Renungan Harian, 10 Mei 2019
Mazmur 25 : 21
 
"Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti- nantikan Engkau."

Tuhan selalu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh manusia yaitu kedalaman hati. Dalam mekukan kegiatan pelayanan, sudah seharusnya kita memiliki ketulusan hati dalam melakukannya. Ketulusan hati juga sangat diperlukan ketika PERMATA sedang menjalin hubungan dalam sebuah komitmen yang biasa orang muda sebut dengan pacaran.

Hari ini, saya ingin berbagi cerita tentang apa sebenarnya yang harus diperhatikan untuk memiliki ketulusan hati dalam kita berpacaran ala anak mudanya Tuhan :

  1. Fokus kepada Tuhan

Dalam melakukan dan menjalin hubungan, seorang PERMATA harus menyakinkan bahwa hubungan yang dijalin sehat seturut dengan kehendak Tuhan. Sehat menurut Tuhan berarti dalam menjalin hubungan yang ada, Tuhan tetap menjadi pribadi yang terpenting diantara keduanya. Dalam melakukan akitvitas bersama ataupun sharing tentang kehidupan, seorang anak PERMATA harus mengedepankan Tuhan dalam hubungan. Memahami Tuhan berarti kita paham tentang bagiamana kasihNya, kuasaNya, kehendakNya dan rancanganNya dalam kehidupan kita. Memegang prinsip kekudusan sudah harus ada dalam menjalin hubungan, karena Firman Tuhan berkata “Kuduslah kamu sebab Aku kudus (1 Petrus 1 : 16)”. Lagipula, kita harus menyadari bahwa tubuh kita adalah bait Roh kudus (1 Korintus 3 : 16 – 17), karena itu kita harus benar-benar mengaplikasikan kehidupan sebagai orang yang dikuduskan oleh Tuhan. Jika fokus kita kepada Tuhan, bukankah Tuhan juga akan memberkati setiap perjalanan hubungan yang terjalin. Percayalah, semua akan indah pada waktuNya Tuhan.

  1. Kasih

Hal berikutnya yang harus ada dalam menjalin sebuah hubungan adalah kasih. Tuhan mengajarkan kasih dalam FirmanNya di 1 Korintus 13 : 3- 8. Tuhan menginginkan kita melakukan segala sesuatunya dengan kasih (1 Korintus 16 : 14) dan kita harus pastikan bila tidak akan meninggalkan kehidupan kita (Amsal 3 : 3 – 4). Kasih bukan hanya sebuah teori namun harus menjadi praktek di dalam kehidupan kita, juga dalam menjalin hubungan. Dalam kasih ada kesucian dan sifat dari kasih sendiri adalah kekal, karena itu dikatakan bahwa kasih tidak berkesudahan. Semuanya akan berakhir suatu saat kelak, namun kasih adalah sesuatu yang sempurna. Praktik kasih juga akan ada di Sorga kelak, karena itu dikatakan kasih bersifat kekal dan sempurna. Jadi, biasakanlah untuk hidup dalam kasih dan menerapkan kasih yang telah diajarkan Tuhan dalam kehidupan kita, sehinga pada akhirnya nanti, kita tidak akan terkejut dan sudah terbiasa dengan kasih dalam kesempurnaan kehidupan kekal.

  1. Kesetiaan

Ketulusan dalam mencintai juga akan terlihat dari bagaimana kesetiaan kita untuk tetap mempertahankan Tuhan sebagai yang terpenting diantara keduanya. Kesetian juga berarti sebuah pembelajaraan diantara keduanya sehingga suatu saat kelak, kita telah terbiasa untuk setia dalam memasuki dunia pernikahan. Tuhan kita juga adalah Tuhan yang setia (Mazmur 117 : 2), karena itu ia juga sangat senang dengan anak-anak yang setia. Kesetiaan juga dapat berarti kita harus mampu menjadi agen perubahan terutama dari dalam diri. Mengubah segala hal yang tidak baik dan meleburnya menjadi satu untuk menghasilkan sebuah kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

PERMATA, milikilah ketulusan hati dalam mencintai. Ketulusan dalam mencintai merupakan proses belajar yang terus menerus dan percayalah, pacaran kudus ala anak Tuhan adalah sesutau yang menyenangkan. Banyak pelajaran dan makna positif kehidupan akan kita dapatkan.

Ingatlah untuk selalu memelihara ketulusan dalam hati, karena Tuhan selalu menguji hati.

Post Terkait