Keutamaan Kristus

Renungan Harian, 11 Agustus 2018
Kolose 1 : 15 - 23


Ini adalah pengajaran Rasul Paulus kepada jemaat Kolose tentang Keutamaan Kristus yang adalah Tuhan Yesus sendiri. Ia ingin menegaskan beberapa hal yang penting dari pasal ini:

1. Ayat 15 menjelaskan bahwa Allah itu tidak kelihatan dan Tuhan Yesus adalah gambaran Allah yang kelihatan. Di dalam Yesus keseluruhan tentang Allah akan didapati. Kita bisa melihat dan merasakan Allah dalam setiap pribadi Tuhan Yesus.

2. Ayat 16 menjelaskan tentang Allah-lah yang menciptakan segala sesuatunya, baik yang ada di Sorga dan tidak kelihatan (Malaikat), yang ada di bumi dan kelihatan (penciptaan yang terdapat di dalam Kejadian 1) dan segala kuasa apapun yang ada baik singasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa. Dan wujud Allah itu ada di dalam Yesus Kristus.

3. Ayat 17 menjelaskan tentang Allah yang tertuang dalam diri Tuhan Yesus sudah ada terlebih dahulu bahkan sebelum penciptaan dalam bentuk Roh Allah yang melayang layang (Kejadian 1 : 1-2). Artinya Allah yang adalah Roh, sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu. Allah adalah Firman yang hidup dan pada mulanya adalah Firman (Yohanes 1 : 1-3), Allah dalam Tuhan Yesus sudah ada sejak sebelum zaman Abraham (Yohanes 8 : 58) dan Dialah Alpha dan Omega, yang terlebih dahulu ada sebelum penciptaan dan juga yang akan mengakhiri kehidupan di bumi ini pada hari penghakiman (Wahyu 22 :13).

4. Ayat 18 menjelaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Kepala kita, yang Sulung artinya yang paling pertama, yang pertama kali bangkit dari kematian dan mengalahkan maut dan kita ini adalah tubuh Kristus (1 Korintus 12 : 12 – 31). Jadi kita adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kristus, karena Allah telah membentuk kita segambar dengan diriNya (Kejadian 1 : 26 -27), kita juga telah diberikanNya RohNya, dalam nafas kehidupan yang dihembuskanNya langsung kepada kita (Kejadian 2 :7). Lebih lanjut, Tuhan Yesus juga yang pertama kali mengalami kebangkitan dengan tubuh yang dipenuhi dengan kemuliaan, bahkan sebelumnya juga Ia telah dipenuhi oleh kemuliaan dalam kelahiranNya yang dikandung dari Roh Kudus. Karena itu juga-lah, Allah dalam Yesus Kristus tidak berdosa dan tidak mampu berbuat dosa (1 Petrus 2 : 22).

Ia telah mengalahkan maut (Matius 28 : 5-6). Pada waktu Yesus mati, tabir bait suci terbelah. Ini mengartikan bahwa tidak ada lagi penghalang bagi kita untuk merasakan dan berhubungan langsung dengan Tuhan Yesus secara pribadi dalam Roh Kudus, dimana saja dan kapan saja. Tidak lagi harus di Bait Suci saja kita baru bisa merasakan dan berdoa kepada Tuhan, tetapi dimana saja dan kapan saja. Ia telah memecahkan penghalang kita untuk berhubungan langsung denganNya, karena Ia telah menang oleh dosa, begitu juga dengan kita, bila kita hidup di dalam Yesus. Jadi kita harus waspada terhadap ajaran yang mengatasnamakan dirinya adalah wakil Tuhan dan hanya doanya yang ampuh dikabulkan Tuhan, lalu dia meminta sejumlah uang sebagai bayaran. Ingatlah, bahwa kita HARUS menguji segala sesuatunya dengan Firman Tuhan (1 Yohanes 4 : 1). Selanjutnya, setelah Yesus mati kemudian Ia bangkit pada hari ketiga dan turun ke dalam Kerajaan maut, Ia mendeklarasikan diriNya dan mejemput orang orang kudusNya yang ditandai dengan kuburan yang terbuka (Matius 27 : 51 -53) untuk menuju ke tempat perhentian, Firdaus (Lukas 23 : 43).
Jadi sudah ada kebangkitan yang pertama dan ketika Yesus datang nanti untuk kedua kalinya, Ia akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati kembali.

5. Dalam ayat ke 19 ingin menjelaskan bahwa SELURUH kedalaman diri Allah ada di dalam Tuhan Yesus. PENUH mengartikan tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi, artinya pas. Jadi segala hal tentang Allah ada dalam diri Tuhan Yesus Kristus dan Ia adalah sebuah pribadi yang Allah berkenan kepadaNya (Matius 3 : 17).

6. Ayat 20 sd 23 menjelaskan bahwa dengan Salib Kristus, kita sudah diperdamaikan dengan Allah dari dosa. Tuhan Yesus melalui SalibNya telah membawa perdamaian dan pemulihan kembali hubungan manusia dengan Allah, dan itu semua karena begitu besar kasih Allah (Yohanes 3 :16).

Dialah Firman Tuhan yang hidup, Dialah Sang Pencipta, Dialah Sang Pembawa Damai, Dialah Sang Penebus dan Dialah Sang segala galanya. Inilah yang dimaksud Keutamaan Kristus dalam pribadi Tuhan Yesus.

Dalam kehidupan tentu saja masih banyak yang harus diperbaiki secara terus menerus dan memang kehidupan ini adalah proses belajar hingga akhirnya Tuhan memanggil kembali. Dunia memang akan sempurna oleh dosa, karena itu kita melihat di zaman sekarang ini kejahatan semakin jahat dan godaan bagi anak Tuhan semakin keras, tetapi kita tidak perlu takut dan gentar, karena berulangkali Tuhan mengatakan dalam firmanNya untuk Jangan Takut (Yesaya 41 : 10) karena Ia berjanji akan selalu menyertai dan yang bertahan sampai kesudahannya-lah yang akan selamat (Matius 24 : 13).

Kita tidak bisa lagi mengandalkan pembacaan Firman Tuhan hanya sekali seminggu dalam Ibadah Minggu (ini bukan berarti kita tidak pergi ke Gereja hari Minggu, karena perintah Tuhan tentang “Ingat dan kuduskanlah hari Sabat” harus tetap dilakukan), namun perihal merasakan Tuhan dalam firmanNya harus dilakukan setiap hari bahkan di setiap waktu kita, sehingga kita tetap menjadi kuat.

Kita tidak boleh lengah dan harus terus menerus melakukan perlawanan rohani, mempergunakan senjata rohani (Efesus 6 : 10 – 20), terus belajar tentang Firman Tuhan dan kebenaranNya. Kita harus percaya, sekuat apapun tenaga dan dorongan yang ingin menjatuhkan kita, TIDAK ADA KUASA YANG LEBIH HEBAT DARI KUASA TUHAN dalam diri TUHAN YESUS dan TIDAK ADA KATA MEYERAH dalam kamusnya TUHAN. Karena itu, undang-lah selalu ROH KUDUS dalam hidup kita untuk berkarya seluas luasnya dalam memuliakan Tuhan. Karena pada hari kesudahan-nya, SURGA atau neraka itu..,
NYATA.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.