Renungan Harian, 14 Februari 2019
Yosua 24: 15

Dalam proses perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian yang telah dijanjikan oleh Allah kepada mereka, Allah memberi petunjuk kepada Musa agar mencari sosok yang dapat menggantikannya membawa bangsa Israel menuju tanah Kanaan, karena Musa tidak dapat sampai menuju tanah Kanaan. Generasi muda yang dipilih oleh Musa adalah Yosua, sosok yang taat dan patuh pada perintah Allah. Yosua sebagai sosok pemimpin yang berhasil membawa bangsa Israel menuju tanah Kanaan dan berhasil mengalahkan dan merebut tanah Kanaan (Yosua 10 & 11). Ketika Yosua dan bangsa Israel berhasil mengalahkan orang-orang Kanaan danĀ  merebut wilayah Kanaan, maka Yosua membagikan setiap bagian wilayah Kanaan kepada 12 suku bangsa Israel yang manjadi milik pusaka mereka masing-masing.

Setelah pembagian setiap wilayah kepada masing-masing suku Israel, maka Yosua pun menyampaikan pidato perpisahan kepada para pemimpin bangsa itu. Dalam pidato perpisahan Yosua, ia menyampaikan pesan bahwa apabila bangsa itu melangkahi perjanjian yang telah diperintahkan oleh Allah kepada mereka dan menyembah allah-allah lain, maka murka Allah akan bangkit atas mereka (Yosua 23:15-16). Dalam proses inilah dilakukan pembaharuan janji Allah terhadap bangsa Isreal di Sikhem. Yosua menyampaikan kepada bangsa itu bahwa mereka harus takut akan Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan tulus dan ikhlas (Yosua 24:14). Hal ini disampaikan oleh Yosua karena Allah telah menolong dan memberkati bangsa tersebut dan menduduki tanah perjanjian itu.

Yosua dengan tegas mengatakan kepada bangsa itu bahwa ia dan se-isi rumahnya hanya kepada Allah saja mereka beribadah. (Yosua 24:15b). Tekad dan komitmen Yosua pun disampaikan kepada bangsa itu, sehingga bangsa Israel juga berkomitmen untuk beribadah hanya kepada Allah saja.

Dalam kehidupan anak muda jaman sekarang yang sering disebut kaum milenial, sangat banyak tantangan dan godaan yang datang menghampiri kita untuk membujuk kita meninggalkan Tuhan yang kita sembah. Dan tidak sedikit pula anak muda jaman sekarang meninggalkan Tuhan karena tawaran-tawaran yang menggiurkan. Ini adalah tantangan yang harus di hadapi Permata GBKP selaku generasi penerus bangsa dan Gereja. Apakah kita mau meninggalkan Tuhan hanya karena tawaran jabatan yang lebih tinggi ? Atau meninggalkan Tuhan karena teman hidup ?

Mengikut Yesus adalah sebuah keputusan yang harus kita ambil dan setiap keputusan yang kita ambil kita harus menerimanya apapun yang akan terjadi. Mengikut Yesus tidak akan merugikan kita. Mengikut Yesus dapat membuat kita menjadi berkat bagi orang lain. Paulus mengatakan bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21). Yosua dan Paulus berkomitmen untuk mengikut Yesus, bagaimana dengan Permata GBKP saat ini ? Mau kah berkomitmen untuk setia mengikut Yesus dalam setiap situasi dan kondisi yang kita hadapi ?

Sumber : Iman Gegeh Saragih, PERMATA GBKP Runggun Berastagi, Klasis Berastagi

Post Terkait