Renungan Harian, 08 Februari 2019
Mengasihi dan Memaafkan 

(Kejadian 37: 23-30)

Hari ini kita akan merenungkan tentang penderitaan yang dialami Yusuf, dimana Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya oleh karena saudara-saudaranya iri kepadanya. Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Seharusnya Yakub tahu bahwa hal itu akan menimbulkan iri hati. Dia bahkan telah bertindak kurang adil dengan memberi baju yang sangat indah hanya untuk Yusuf saja. Pemberian itu membuat seluruh saudara Yusuf iri hati dan membencinya. Kebencian itu semakin bertambah karena Yusuf bermimpi dan arti dari mimpinya itu menyatakan bahwa saudara-saudaranya itu sujud menyembah dia. Ketika Yusuf menceritakan mimpi itu, semua saudaranya marah dan bermaksud untuk membunuh dia. Akan tetapi Ruben diam-diam berharap menyelamatkan adiknya dan ia membujuk saudara-saudaranya supaya jangan langsung membunuhnya. Dan ia mengusulkan untuk melemparkan dia ke dalam sumur kering. Namun hal itu tidak terwujud, sebab ketika itu beberapa pedagang yang hendak menuju Mesir lewat. Kemudian Yusuf pun akhirnya dijual kepada para pedagang untuk dijadikan budak, seharga 20 keping uang perak.

Kisah Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya menggambarkan satu kisah yang tidak baik yang dilakukan oleh saudara-saudaranya. Perasaan iri, marah yang ada di hati saudara-saudara Yusuf membuat saudara-saudaranya melakukan hal yang tidak terpuji, yaitu mau menjual saudaranya sendiri. Sifat saudara-saudara Yusuf adalah salah satu sifat yang tidak boleh dicontoh oleh PERMATA GBKP, sebab rasa iri, marah bahkan mau melukai saudara sendiri adalah sifat yang tidak dikehendaki Allah, tetapi sifat yang mau mengasihi dan memaafkan itulah sifat yang disenangi oleh Allah. PERMATA GBKP siap untuk memaafkan dan menjadi agen menyatakan kasih Allah.

Sumber : Pdt. Mira Mutianta Sinulingga, S. Th

Post Terkait