Renungan Harian, 08 Juni 2019
Matius 4 : 1 - 11

"Maka berkatalah Yesus kepadanya : "Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Lalu iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus." (Matius 4 : 10 - 11)

Perikop ini bercerita tentang apa yang telah dialami Yesus setelah Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Roh Allah membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai iblis (ayat 1). Dan dalam kisah ini, Yesus telah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam.

Ada tiga kisah, pencobaan yang dilakukan iblis terhadap Yesus yaitu :

1. “Jika engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab : “Ada tertulis : Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Pada pencobaan pertama, iblis menggoda Yesus dengan roh kesombongan. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang tentu saja dapat mengubah batu menjadi roti. Walaupun saat dicobai, Ia adalah seorang manusia, namun Yesus adalah manusia yang berbeda dengan manusia yang lainnya, karena Ia tidak berdosa dan seluruh Firman Allah ada di dalam diriNya, karena itu mengadakan mukjizat bukanlah hal yang sulit buat Yesus, tetapi Yesus tidak mau menuruti iblis, dengan membalas perkataan iblis dengan Firman Tuhan bahwa manusia bukan hidup hanya dari roti saja, tetapi juga dari Firman Allah. Firman yang diucapkan Yesus adalah firman yang terdapat dalam Ulangan 8 : 3 yang berkisah tentang berkat Tuhan kepada orang Israel dengan makanan “Manna”. Ini adalah makanan yang langsung turun dari langit, sesuai dengan perkataan Allah, artinya setiap manusia hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

2. Iblis membawa Yesus ke bubungan bait Allah dan menempatkan Dia di bubungan bait Allah lalu mencoba Yesus dengan mengatakan :”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu. Namun Yesus menjawab :
“Ada pula tertulis : Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!.”
Dalam pencobaan kedua, iblis mencobai Yesus dengan memperkatakan Firman Tuhan. Apa yang dikatakan iblis adalah firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 91 : 11 – 12 “sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.”

Terbukti bahwa iblispun sangat paham tentang Firman Tuhan, namun kerjaan iblis adalah menyelewengkan arti firman dari arti yang sebenarnya. Kalau di pencobaan pertama, ia menggoda Yesus dengan memakai kata-kata darinya, di pencobaan kedua, Iblis kembali menggoda Yesus dengan roh kesombongan, dengan mempergunakan dan menyelewengkan arti Firman Tuhan yang sebenarnya.

3. Kemudian iblis membawa Yesus ke gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan seluruh kerajaan dunia dengan segala kemegahannya lalu berkata : “Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku. Namun kembali Yesus menang dengan mengatakan : “Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. Kembali iblis menggoda Yesus dengan roh kesombongan dan kekuasaan hawa nafsu secara duniawi, namun Yesus mengatakan, bahwa setiap orang juga dia (roh iblis) harus menyembah kepada Tuhan Allahmu dan juga harus berbakti kepadaNya.

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari perikop ini :

1. Pencobaan datang dari iblis, namun seijin Tuhan. Di ayat pertama dikatakan bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai iblis. Arti Roh adalah Roh Allah. Tuhan Allah mengizinkan Yesus dicobai, namun pencobaan yang datang selalu dari iblis. Dalam Yakobus 1 : 13 dikatakan bahwa “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata : “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
Bila kita kemudian bertanya, mengapa Tuhan mengizinkan kita dicobai iblis, itu semua dikarenakan pencobaan yang diijinkan Tuhan untuk kita alami adalah untuk mengasah dan mendidik iman kita untuk tetap setSetia dalam kebenaran Tuhan.

2. Berpuasa adalah bagian dari kehidupan kekristenan. Pada saat Yesus dicobai iblis, Tuhan Yesus berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam. Tujuan berpuasa bagi orang kristen adalah untuk melemahkan daging dan menguatkan Roh. Ketika berpuasa, tentu saja daging kita akan melemah, namun menyadari tujuan puasa adalah untuk melakukan kehendak Tuhan, maka kita telah menghadirkan hadirat Tuhan dengan memikirkan Tuhan ketika berpuasa dan ini akan menjadikan Roh kita kuat di dalam Tuhan.

3. Dalam menghadapi setiap pencobaan dalam kehidupan, kita harus menyadari bahwa kekuatan sebenarnya datang Tuhan melalui FirmanNya. Ketika Yesus dicobai, Ia selalu mengalahkan iblis dengan memperkatakan Firman Tuhan, karena Tuhan Yesus percaya bahwa setiap Firman adalah Roh yang memberi kehidupan. Kita juga harus belajar dari Tuhan Yesus ketika menghadapi segenap pencobaan dunia. Perkatakanlah Firman dan imani setiap Firman Tuhan dalam kehidupan, maka pasti kita akan merasakan kekuataan yang mengalir dari Tuhan.

4. Ketika Tuhan Yesus telah menang dari segenap cobaan iblis, iblis meninggalkan Dia dan datanglah malaikat melayani Yesus. Belajar dari kisah ini, ketika kita kuat menghadapi segala pencobaan, maka bukan saja jalan keluar yang kita dapati, iblispun enggan dan tak berani mendekat dengan kita. Ketika kita telah mengimani Firman Tuhan dalam setiap inchi kehidupan kita, jangakan mendekat, menyentuh hati kita saja iblis takkan mampu. Karena itu kita harus senantiasa menghidupi Firman Tuhan dalam kehidupan kita.

Pelajaran yang dapat kita petik adalah jadilah kuat dan anak pemberani di dalam Tuhan ketika menghadapi pencobaan dalam kehidupan dan tetaplah ingat “Jangan pernah mencobai Tuhan Allahmu”. Tanpa sadar kita seringsekali mencobai Tuhan Allah dengan mempergunakan firman Tuhan untuk membenarkan sikap dan tindakan yang salah dari diri kita. Milikilah pengertian yang benar terhadap Firman Tuhan dengan mendengar berbagai pengajaran yang seturut dengan kehendak Tuhan, agar kita mengetahui bagaimana sebenarnya betapa dalamnya makna Firman Tuhan dalam kehidupan.

Tuhan Yesus adalah pribadi yang taat dan setia kepada Allah dalam menghadapi berbagai pencobaan bahkan ketika keadaanya secara manusia lemah. Puasa mengidentikkan tidak makan dan minum yang berarti tubuh sedang melemah. Namun dalam keadaan tubuh yang lemah, keyakinan Yesus tetap paguh, karena Ia hidup dari Firman Tuhan.

Yuk, kita belajar untuk konsisten setia dalam menyembah Tuhan dalam kehidupan dengan memiliki iman tahan uji. Kadang manusia biasa seperti kita memang kalah terhadap godaan, tetapi hari ini kita belajar untuk mengalahkan godaan dengan Firman Tuhan. Karena itu perkatakanlah Firman Tuhan selalu dalam hidupmu dalam saat teduh kam.

Post Terkait