Renungan Harian, 18 Mei 2019
Mazmur 78 : 13 - 15

Ini menceritakan betapa hebatNya Tuhan pencipta alam semesta, sebagai pemilik kehidupan. Dia MAMPU mengontrol semua yang ada di dalam alam semesta ini.
Membelah laut, menyediakan tiang awan dan tiang api, membelah gunung batu, mencurahkan air yang melimpah dan masih banyak kedasyatan lainnya. Dan kesemuanya itu, Dia sediakan buat kita, anak-anakNya.

Sebenarnya ketika kita menyadari semua kedasyatan itu, kita tidak perlu meragukan Tuhan. Karena itu, kehidupan bersama Tuhan adalah kehidupan yang tidak perlu berfikir terlalu keras, kehidupan bersama Tuhan adalah kehidupan yang akan sempurna, jika aku ditambah Tuhan. Artinya, Tuhan menginginkan kita HANYA melakukan kapasitas kita, dan selebihnya, untuk kapasitas yang tak mampu kita lakukan, Tuhan yang melakukannya bagi kita, jika kita masuk ke dalam rencanaNya Tuhan.

Saat itu, secara logika manusia, tidak mungkin laut bisa terbelah, namun lihatlah bagaimana Tuhan mampu melakukannya. Tuhan menyediakan dan melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan. Betapa baiknya Tuhan itu! Waow..!! Dan ini hanya bisa dimengerti jika beriman kepada Tuhan Yesus.

Karena itu, ketika padang gurun itu datang kepada kita berbentuk pergumulan kehidupan, lakukan saja apa yang menjadi kapasitas kita, yaitu TETAP FOKUS kepada TUHAN, lakukan kapasitas kita sesuai dengan KEHENDAKNYA, maka untuk segala diluar kapasitas kita, Tuhan yang akan bertindak menyelesaikannya. (Mazmur 37 :5)

Kehidupan di dalam Tuhan adalah kehidupan yang tidak akan pernah lepas dari pergumulan karena itu adalah bentuk kasih Tuhan (Ibrani 12 :5-6), namun dalam setiap pergumulan yang terjadi, Tuhan tidak pernah lupa untuk memberikan jalan keluar bagi kita supaya kita dapat menanggungnya.

Jadi apabila kita merasa kehidupan kita tanpa pergumulan dan tantangan? Hmm, kita boleh cek apa yang salah dari diri kita..

Bukankah firman Tuhan dalam Roma 5 mengatakan, kita harus bermegah dalam KESENGSARAAN, karena kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan dan ketekunan akan menimbulkan tahan uji dan tahan uji akan menimbulkan pengharapan.., dan pengharapan akan Tuhan TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN, karena kasih Allah telah tercurah atas kitaa.

Lihatlah, pengharapan timbul darii kesengsaraan..namun bila kita libatkan Tuhan dalam kehidupan kita, maka seperti kata Filipi 4 : 13, bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku.”

Lagipula kata Tuhan, dalam menghadapi pergumulan, pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Matius 11 : 29). Artinya, dalam menghadapi setiap pergumulan, kita bisa menikmati sukacita karena Tuhan, jiwa kita tetap tenang karena kita tau ada Tuhan, kita tetap menjadi orang yang lemah lembut dan rendah hati.., itu juga karena kita tau ada Tuhan yang akan menyelesaikan setiap padang gurun dalam kehidupan kita dan karena Tuhan juga, kita akan menjadi seorang pemenang, bahkan LEBIH DARIPADA SEORANG PEMENANG (Roma 8 :37).

Post Terkait