Renungan Harian, 8 Oktober 2018
1 Yohanes 1 : 10

Jika kita berkata, bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita.


Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23). Tidak ada manusia yang kudus dan memang manusia tidak mampu menjadi kudus karena ia telah berbuat dosa.
Karena dosa manusia yang begitu pekat dan bejatnya, maka Tuhan Allah menyatakan diriNya dalam Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dalam gumpalan lumpur dosa (Yohanes 3 : 16). Hanya manusia yang tidak berbuat dosa dan yang tidak mampu berbuat dosa sajalah yang bisa menebus seluruh dosa manusia dan itu hanya ada dalam pribadi Yesus (1 Petrus 2 : 22). Ia adalah Tuhan dan Ia juga adalah manusia. Dan sekali Tuhan telah menebus dosa kita maka itu berlaku untuk semua manusia yang hidup di dalamNya (Ibrani 10 : 14).
Karena itu, kita ini adalah manusia yang dosanya telah ditebus oleh Yesus dan kita ini adalah manusia yang dikuduskan di dalam Yesus. Jadi, hanya di dalam Yesus kita dimampukan untuk hidup kudus (1 Petrus 1 : 16). Dimampukan berarti harus ada pertolongan dan bukan karena kita. Ada pertolongan Yesus yang telah menebus dosa kita, sehingga kita mampu hidup kudus. Tanpa pertolongan Tuhan, tidak ada manusia yang mampu hidup kudus, karena semua manusia telah berdosa dan tidak ada satupun yang kudus. Karena itu, kita harus selalu hidup di dalam Yesus.
Jika ada orang yang mengatakan ia tidak berdosa, maka selain ia menipu dirinya sendiri, ia juga tidak mengakui penebusan dosa yang dilakukan oleh Yesus dan itu sama saja ia menjadikan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus tidak ada, yang sama artinya ia mendustai Tuhan.
Semua manusia telah berdosa dan Yesus adalah pribadi yang Allah berkenan kepadaNya untuk menjadi jalan penebusan dosa dan memperdamaikan hubungan antara manusia dan Allah. Karena itu, hiduplah di dalam Yesus senantiasa selalu dalam hidupmu.
Hidup di dalam Yesus berarti selalu belajar untuk mengerti tentang Yesus. Mengerti tentang keinginan hatiNya, perintahNya, laranganNya dan kerinduanNya.
Dan muara bagi seorang anak Tuhan yang sudah percaya Kepada Yesus adalah pelayanan, karena itu dalam kitab Timotius dikatakan, tunaikanlah tugas pelayananmu, beritakanlah firman (2 Timotius 4 : 2 & 5).

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.