Renungan Harian, 27 Juli 2019
1 Korintus 13

“Kasih tidak berkesudahan, nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap.” (1 Korintus 13 : 8)

Kasih yang berasal Tuhan sifatnya adalah kekal adanya. Bukti Tuhan mengasihi kita adalah dengan menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa kita dan sebagai bentuk nyata aplikasi kasih yang telah diberikan Tuhan bagi kita, maka kita juga harus mempratekkan kasih bagi dunia. Mempratekkan kasih yang dimaksud adalah dengan melakukan apa yang kasih katakan bagi kita.

Dikatakan di ayat 4 kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu dan tidak memegahkan diri. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan melainkan karena kebenaran. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. Inilah pengertian kasih dan Tuhan ingin kita melakukan kasih kepada sesame manusia, agar setiap orang boleh mengenal Kristus.

Allah adalah kasih dan setiap orang yang berasal dari Allah pasti melakukan kasih dalam kehidupannya. Mari kita renungkan setiap bagian dari pengertian kasih. Kasih tidak mengenal kebencian. Ia tidak menyimpannya dan Ia tidak pemarah.

Tuhan katakana dalam FirmanNya “Apa yang kamu ikat di bumi akan terikat di Surga dan apa yang kamu lepaskan di bumi akan terlepas di Surga”. Karena itu ketika Surga menjadi tujuan kita kelak, maka ikatlah kasih Tuhan selama kita di dunia, supaya ketika kita berada di dalam Kerajaan Surga, kita telah mengikatnya. Dikatakan kasih adalah kekal sifatnya, karena itu kasih adalah praktek yang akan ada di Surga. Bukan orang yang berseru-seru dalam nama Tuhan yang akan diselamatkan, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa. Dan salah satu kehendak Bapa adalah melakukan kasih.

Post Terkait