Renungan Harian, 28 Oktober 2018
Yakobus 1 : 19 - 20

Hai saudara - saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini : setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata - kata, dan juga lambat untuk marah,

Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Bila dosa sudah matang, maka akan mendatangkan maut (Yakobus 1 : 15), namun ketika iman kita melahirkan ketekunan yang sudah matang maka kita akan menjadi sempurna di dalam Yesus dan tidak kekurangan suatu apapun (Yakobus 1 : 4).
Nats hari ini mengajarkan bahwa orang-orang yang cepat sekali marah bukanlah orang yang dikehendaki Tuhan, karena amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Dalam Galatia 5 juga disebutkan bahwa salah satu keinginan daging adalah amarah. Jadi amarah sama sekali tidak berguna.
Lalu apakah anak Tuhan tidak boleh marah ?
Tentu saja boleh. Tetapi ketika marah, marah-lah karena Firman Tuhan. Tuhan Yesus juga pernah marah ketika banyak orang berjualan di Bait Allah yang mengartikan mereka tidak lagi menganggap rumah Tuhan itu sebagai tempat beribadah. Namun dalam perjalanannya, Tuhan Yesus sangat jarang sekali marah. Ia hanya marah ketika banyak orang mulai menganggap remeh BapaNya. Marah-nya Tuhan Yesus juga bukan karena kebencian kepada manusia, karena Tuhan Yesus tidak pernah membenci manusia manapun, justru Ia sangat mengasihi manusia, tetapi Ia marah karena Firman Tuhan mulai dianggap seolah olah “gampangan” bagi manusia.
Lambat untuk marah bukan berarti kita tidak boleh marah, karena ada kalanya memang kita diharuskan marah, tetapi ketika marah, marahlah sesuai dengan Firman Tuhan.
Lalu apa maksudnya marah sesuai dengan Firman Tuhan ?
Efesus 4 : 26 mengatakan, bila kamu marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.
Soo PERMATA, yuuk belajar menjadi pribadi yang lambat untuk marah, cepat untuk mendengar dan lambat untuk berkata kata.

Post Terkait