Renungan Harian, 12 September 2018
Mazmur 78 : 13 – 15
13 dibelahNya laut, diseberangkanNya mereka, didirikanNya air sebagai bendungan,
14 dituntunNya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api
15 dibelahNya gunung batu di padang gurun, diberiNya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya
Dalam pasal ini menceritakan betapa hebatNya Tuhan kita, pencipta alam semesta, sebagai pemilik kehidupan. Dia MAMPU mengontrol semua yang ada di dalam alam semesta ini..
Membelah laut, menyediakan tiang awan dan tiang api, membelah gunung batu, mencurahkan air yang melimpah..
Wow, dasyat Tuhan kita ! Dan semuanya itu, Tuhan sediakan buat kita anak-anakNya, jika kita memintanya.
Kehidupan bersama Tuhan adalah kehidupan yang tidak perlu berfikir terlalu keras, kehidupan bersama Tuhan adalah kehidupan yang akan sempurna, jika aku plus Tuhan. Artinya, Tuhan menginginkan kita HANYA melakukan kapasitas kita dan selebihnya, untuk kapasitas yang tak mampu kita lakukan, Tuhan yang melakukannya.
Saat itu, secara logika manusia, tidak mungkin Musa bisa membelah laut, namun lihatlah bagaimana Tuhan mampu melakukannya. Dia menyediakan dan melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan. Betapa baiknya Tuhan itu! Wow!! Dan ini hanya bisa dimengerti jika iman akan Kristus ada di dalam kita.
Karena itu, ketika “padang gurun”  datang kepada kita dalam bentuk pergumulan kehidupan, lakukan saja apa yang menjadi kapasitas kita, yaitu TETAP FOKUS kepada TUHAN, lakukan kapasitas kita sesuai dengan KEHENDAKNYA, maka IA yang akan bertindak menyelesaikannya. Mazmur 37 :5 mengatakan “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak
Kehidupan di dalam Tuhan adalah kehidupan yang tidak akan pernah lepas dari pergumulan karena itu adalah bentuk kasih Tuhan (Ibrani 12 :5-6). Jadi apabila kita merasa kehidupan kita tanpa pergumulan dan tantangan ? Hmm, kita boleh cek apa yang salah dari diri kita.
Firman Tuhan dalam Roma 5 mengatakan, kita harus bermegah dalam KESENGSARAAN, karena kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan dan ketekunan akan menimbulkan tahan uji dan tahan uji akan menimbulkan pengharapan dan pengharapan akan Tuhan TIDAK AKAN PERNAH MENGECEWAKAN, karena kasih Allah telah tercurah atas kita. See, pengharapan timbul dari kesengsaraan, namun bila kita libatkan Tuhan dalam kehidupan kita, maka seperti kata Filipi 4 : 13, bahwa segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku.
Lagipula kata Tuhan, dalam menghadapi pergumulan, pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Matius 11 : 29). Artinya, dalam menghadapi setiap pergumulan, kita bisa menikmati sukacita karena Tuhan, jiwa kita tetap tenang karena kita tahu ada Tuhan, kita tetap menjadi orang yang lemah lembut dan rendah hati, itu juga karena kita tahu ada Tuhan yang akan menyelesaikan setiap “padang gurun” dalam kehidupan kita dan karena Tuhan juga, kita akan menjadi seorang pemenang, bahkan LEBIH DARIPADA SEORANG PEMENANG (Roma 8 :37).
Selamat ulangtahun PERMATA !
Jadilah PERMATA dengan surat yang terbuka, menjadi pendengar dan pelaku Firman Tuhan dalam kehidupan, sehingga kabar baik dapat diterima oleh setiap orang  dan kehidupan kita berdampak untuk kemuliaan nama Tuhan.
Tetaplah bercahaya..! (Matius 5 : 16)

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.