Renungan Harian, 15 September 2018
Matius 14 : 19
Lalu disuruhNya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambilNya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid muridNya, lalu murid muridNya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Ini adalah kisah yang mungkin tak asing lagi bagi kita. Yesus memberi makan lima ribu orang lebih dengan lima roti dan dua ikan dan sisanya dia belas bakul penuh. Amazing..!!
Sebelum mukjizat itu terjadi, Yesus memilih untuk mengucap berkat. Kalau dipikir lagi, tidaklah cukup lima roti dan dua ikan dengan lima ribu orang lebih, tapi ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan terlebih dahulu, maka hasilnya cukup bahkan lebih. Ini adalah kejadian yang tidak bisa dinalar dengan logika.
Berjalan bersama Tuhan selalu begitu. Sedikit akan terasa berlebih jika kita mampu bersyukur untuk setiap hal yang ada. Sedangkan pemikiran dunia, banyak akan terasa kurang dan ingin mau lagi mau lagi dan mau lagi. Tidak akan ada puasnya bila tidak di dalam Tuhan.
Hanya di dalam Tuhan kita akan mampu dipuaskan. Dipuaskan dalam arti kata, kita mampu bersyukur untuk setiap hal yang ada dan terjadi. Sukacita ya bersyukur, ketika patah hati ya harus bersyukur, ketika dukacita juga harus bersyukur, ketika disakiti ya harus beryukur, ketika berbeban berat juga harus bersyukur. Dalam segala situasi kita harus mampu bersyukur,
Karena sebenarnya hidup di dalam Tuhan bukannya tentang siapa kita lagi, tetapi tentang Yesus yang ada di dalamku (Galatia 2 : 20). Dan karena kehidupan di dalam Tuhan adalah kehidupan yang akan selalu mendatangkan KEBAIKAN bagi setiap orang percaya.
Dengan besyukur kita akan dicukupkan, dengan bersyukur kita akan merasa lebih, dengan bersyukur kita akan dimampukan untuk bersukacita, dengan bersyukur maka segala perkara ajaib akan terjadi, seperti kisah ini. Tuhan mengucap berkat, dan hanya dengan lima roti dan dua ikan serta sisa dua belas bakul, LIMA RIBU orang lebih makan sampai kenyang. Ya, kenyang.
Jika mengandalkan logika kita berfikir tidak  akan mungkin bisa. Karena itu, kita harus mengandalkan kekuatan Tuhan, baru semuanya dimampukan.
PERMATA, sudahkah kita bersyukur kepada Tuhan hari ini ?

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.