Renungan Harian, 08 April 2019
Lukas 23 : 39- 43

“Kata Yesus kepadanya : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akana da bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” 
(Lukas 23 : 43)

Alkitab mencatat bahwa setiap manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23). Jadi, segala sesuatu yang ada di dalam diri manusia itu pada dasarnya adalah sesuatu yang jahat, karena setiap manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan cenderung berbuat dosa. Manusia tidak sanggup mendekat kepada Allah karena dosa.

Kisah kali ini menceritakan kepada kita, ketika Yesus berada di atas kayu salib, ada dua penjahat yang ada di sebelah kiri dan kanannya bersama dengan Dia. Penjahat yang pertama mengatakan “Bukankah Engkau adalah Kristus ? Selamatkanlah diriMu dan kami !.”Bila merunut kata-kata penjahat yang pertama, maka penjahat ini adalah orang yang tidak juga bertobat bahkan ketika ia telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus secara langsung. Ia sama sekali tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat. Ia mau percaya, hanya bila Tuhan Yesus mengadakan mukjizat dan menyelamatkannya, tanpa ia menyadari arti dari penyaliban Yesus yang sebenarnya.

Sedangkan penjahat yang kedua mengatakan “kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Penjahat yang kedua mengalami perubahan yang significant dalam perjumpaannya dengan Tuhan Yesus. Ia menyadari, bahwa ia adalah seseorang yang telah berbuat banyak kesalahan dan ia menyadari sekalipun ia disalib, ia tidak membela diri dan menyadari bahwa ia layak mendapatkannya,. Dan ketika ia berjumpa dengan Tuhan Yesus, ia mengatakan “..ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Penjahat ini mengalami pertobatan ketika ia mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan Yesus. Ia memiliki sikap hati yang benar dan percaya bahwa Yesus tidak bersalah dan ia memaknai penyaliban Yesus sebagai sesuatu yang benar untuk menebus dosa manusia. Karena itu, ia berkata, “..ingatlah akan aku”. Ada pertobatan yang terjadi dan hatinya sepenuhnya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja. Tuhan Yesus mengetahui kesungguhan hatinya dan seketika itu Tuhan Yesus berkata kepadanya : “..sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama – sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Kesugguhan hatinya untuk percaya sangat menyenangkan hati Tuhan dan Tuhan tidak lagi memperhitungkan semua kesalahannya. Ketika dia bertobat, yang berarti berbalik kepada Allah, ia mengalami kemenangan yang sebenarnya. Sungguh luar biasa Tuhan Yesus kita.

PERMATA, sesungguhnya setiap manusia adalah seorang penjahat. Kita tidak akan mampu berbuat baik dan memiliki kemenangan bila tidak di dalam Yesus. Diperlukan kesungguhan sikap hati yang benar dalam pertobatan.

PERMATA, penjahat yang manakah kita ? Yang pertama atau yang kedua ?

Post Terkait