Renungan Harian, 18 Agustus 2019
Amsal 1 : 5

“Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.”

Syalom PERMATA, semangat PAGI, selamat bersukacita!

Bila disurvey dari keseluruhan jumlah anggota PERMATA yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia ataupun yang ada di luar Indonesia, mungkin hampir seluruh bagian besar dari jumlah anggota PERMATA sudah memiliki dan menjadi pengguna setia dari sebuah gadget atau cellular phone. Bahkan bukan hanya sebagai pengguna, namun juga penikmat setiap konten yang disajikan di dalam gadget.

Dampak positif dan negatif juga terjadi dengan semakin maraknya dan semakin mudahnya dalam menggunakan setiap aplikasi dengan munculnya aplikasi yang dinilai illegal atau juga para pengguna tidak mampu lagi mengatur waktu dan sudah menjadi penggila gadget. Dampak negatif perkembangan teknologi bila kita tidak mampu mengontrolnya adalah justru terjadi pada kedalaman  diri manusia itu sendiri. Sifat egois, tidak membutuhkan oranglain, kurangnya etika sopan santun adalah beberapa sifat yang muncul akibat dampak tekonologi. “Mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat” adalah bagian yang lainnya.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang bijak dan berpengertian. Menjadi orang bijak berarti mampu mengendalikan segala sesuatu dengan benar, baik dalam tingkah laku, sifat maupun dalam berteknologi ria. Bukankah dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa manusia adalah penguasa segala sesuatu yang ada di bumi ini. Ia adalah mahluk tertinggi ciptaan Tuhan (Kejadian 1 : 28).

Menyadari hal tersebut, sudah sepatutnya kita menyadari bahwa bukan teknologi yang berkuasa atas diri kita, melainkan kitalah yang harus berkuasa terhadap tekonologi dengan menjadi tuan atas teknologi bukan dituankan oleh teknologi.

Sebagai anak Tuhan kita harus mengetahui bahwa menjadi orang bijak di dalam Tuhan dan menjadi penguasa atas segala apa yang ada di bumi, berarti kita mampu mengendalikan segala sesuatu yang ada di bumi ini dengan benar seturut dengan Firman Tuhan dengan tidak menggeser kedudukan dan identitas kita sebagai anak Tuhan. Fokus terpenting kita tetaplah Tuhan Yesus dan FirmanNya.

Mendengar dan menambah ilmu pengetahuan serta pertimbangan dapat kita lakukan dengan perkembangan teknologi yang ada, dan menjadi orang bijakNya Tuhan berarti kita sanggup untuk menggunakan teknologi  untuk kemuliaan nama Tuhan, misalkan saja, bila kita saling berbagi Firman Tuhan ke dalam media sosial kita.

PERMATA, jadilah bijak dalam menggunakan terknologi.

Post Terkait