Renungan Harian, 11 November 2018
Markus 5 : 17

Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka

Bacaan : Markus 5 : 1 - 20

Dalam perjalanan Tuhan Yesus memberitakan Injil, banyak tantangan yang Ia hadapi dan mayoritas adalah penolakan.

Dikisahkan dalam Matius 5, Tuhan Yesus mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan di daerah perkuburan di Gerasa ketika Ia baru saja menyerbarang danau. Orang yang kerasukan ini tidak dapat dirantai lagi karena sudah sebanyak apapun ia dirantai, ia berhasil memutuskannya. Ia sering berkeliaran di perkuburan hingga pagi, di bukit-bukit, berteriak dan memukuli diri dengan batu.

Namun ajaibnya ketika Ia melihat Yesus, ia tersungkur menyembahNya. Artinya, iblis tersebut gentar melihat Yesus. Dan iblis juga mengakui bahwa Yesus adalah anak Allah (ay 7). Iblis yang berada dalam orang yang kerasukan itu bernama legion, yang artinya banyak. Ia memohon kepada Yesus supaya Ia tidak mengusirnya. Artinya, iblis tahu kalau ia tidak lebih hebat dari Yesus. Iblis mengakui kuasa yang ada pada Yesus adalah yang terhebat dan tak ada kuasa yang lebih hebat daripada kuasa yang berasal dari Yesus. Namun karena cintanya Yesus kepada manusia, Ia tetap mengusir roh jahat tersebut keluar dari orang itu kepada babi, dua ribu ekor banyaknya.

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang diberikan Tuhan Yesus kepada manusia. Tidak ada kuasa yang lebih besar daripada kuasa Yesus di dalam dunia ini. Bahkan iblispun bertekut lutut dan menyembahNya. Karena itu untuk melawan iblis yang selalu ingin berkuasa dalam diri kita, lawanlah dalam nama Yesus.

Orang yang kerasukan pada zaman sekarang ini adalah seperti orang yang menjauh dari kasih Yesus, orang yang mulai menduakan Tuhan dengan berbagai penyembahan berhala, orang yang hedonisme, orang yang suka menyepelekan firman dan terus menerus melakukan keinginan keinginan daging yang begitu menjijikkan di hadapan Tuhan dan masih banyak lagi. Ketika kita mulai menganggap ada yang lebih penting daripada Tuhan dalam hidup ini, kita adalah orang yang kerasukan.

Supaya kita terjauh dari orang yang kerasukan maka cara yang paling ampuh melawannya adalah lawanlah iblis dan mendekatlah kepada Tuhan, maka iblis akan segera lari daripadamu. Pakailah perisai iman dan ketopong keselamatan serta terapkanlah itu dalam hidupmu, maka iblis tidak akan berkutik sedikitpun. Semakin kita mendekat kepada Tuhan maka daya tarik dosa tidak akan berdaya lagi bagi kehidupan kita.

Mulailah dengan konsiten membaca dan merenungkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita. Membaca firman dan merasakannya dalam merenungkan Firman itu bagi kehidupan kita. Jangan hanya membaca saja tanpa merenungkannya tetapi membaca firman Tuhan, bacalah dan rasakanlah kekuatannya. Karena setiap ayat, perikop dan setiap kisah dalam Firman Tuhan adalah Roh yang memberi kehidupan. Firman Tuhan juga bukan sekedar bacaan untuk hapalan tetapi pelajaran yang memberi kekuatan dalam kehidupan.

Selanjutnya, bahkan ketika orang banyak telah melihat kuasa yang dilakukan Yesus, orang-orang tersebut malah mengusir Yesus untuk segera pergi dari daerah mereka (ay 17). Begitulah kebanyakan manusia, baik zaman dahulu hingga sekarang. Mukjizat seperti sebuah sesuatu yang memalukan bagi orang dunia. Manusia dunia hanya mengandalkan logika mereka saja.

Memahami Tuhan Yesus, jangan hanya pakai logika, tetapi iman. Ketika logika tidak mampu lagi menerima, gunakanlah iman. Kuasa adalah sesuatu hal yang nyata dan logika kita terlalu kecil untuk menerima itu, karena itu gunakanlah iman.

Dan yang lebih wow lagi adalah Yesus yang mereka usir sama sekali tidak melawan atau mencari keributan apalagi menuntut untuk diakui. Ia malah kembali ke atas perahu untuk pergi. WOW..!! Dasyatnya Tuhan kita. Tidak butuh pengakuan untuk dianggap hebat, padahal memang sudah terbukti Ia hebat, tetapi malah dengan keredahan hati, Ia pergi. Bagi Yesus, yang terpennting adalah Injil diberitakan dan semua orang berbalik kepada Bapa, bukan pengakuan dunia..! Ia melayani dengan ketulusan dan kerendahan hati. Ia sangat sayang kepada setiap manusia, karena itu Ia mengusir roh jahat pada orang yang kerasukan itu dan orang itu akhirnya memperoleh kemenangan. Ia tidak akan membiarkan iblis menang atas kepunyaanNya, yaitu kita, manusia. Betapa sayangnya Tuhan bagi kita. Karena itu marilah kita juga menyanyangi Yesus dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Jadikan Tuhan Yesus yang utama dalam kehidupan kita maka kemenangan akan menjadi milik kita.

Post Terkait