Melayani Tuhan

Renungan Harian, 07 Agustus 2018

Sebenarnya untuk melayani Tuhan, kita harus mengenal Tuhan dan bagaimana kasihNya dengan benar. Seperti seorang hamba yang melayani tuannya,  ia harus mengerti apa yang disenangi oleh tuannya, apa yang diinginkan tuannya dan juga apa yang tidak disenangi tuannya. Kebiasaan kebiasaan tuannya dan lain sebagainya.

1. Matius 20 : 28 mengatakan, sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banya orang.

> Kita melayani Tuhan sesungguhnya karena Tuhan sudah lebih dulu melayani kita. Melayani Tuhan mempunyai maksud adalah untuk melakukan apa yang Tuhan Yesus telah lakukan selama Ia di dunia, yaitu MELAYANI. Dalam melayani, kita harus mampu menjadi pelaku Firman dan itu tidak bisa jika kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Kita harus mengenal bagaimana kasih Allah, sehingga ketika melayani, kita semakin menyadari semuanya karena Tuhan dan bukan karena kekuatan kita.

2. Matius 22 : 37, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

>Tuhan mengasihi kita, bukan karena siapa diri kita, melainkan siapa diriNya. Tuhan mengasihi kita, karena kita adalah segambar dengan diriNya. Jadi bagaimanapun keadaan kita, bentuk rupa kita, status kita, masalah kita dan semua yang ada di diri kita, Dia tetap mengasihi kita dan kasihNya tidak akan pernah berubah sedikitpun kepada kita. Inilah salah satu bukti kesempurnaan kasih Tuhan. Mengasihi Tuhan berarti bersyukur dan menerima kasih Tuhan itu sendiri sepenuhnya di dalam diri kita. Karena bukan kita yang mengasihi Tuhan melainkan Tuhan-lah yang sudah mengasihi kita (1 Yohanes 4 :10), karena kita mengasihi Tuhan berarti kita menerima kasih Tuhan itu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Ketiga hal ini tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa dibolak balik. Mengasihi Tuhan harus dimulai dengan hati, jiwa baru akal budi. Kata segenap berarti tidak boleh gepeng atau setengah setengah. Dan untuk mengasihi Tuhan, kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri.

3. Ibrani 12 : 6 mengatakan, karena Tuhan mengahajar orang yang dikasihiNya dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.

>Tidak ada orang yang dikasihi Tuhan yang tidak mengalami hajaran dan penyesahan, karena itu di dalam Wahyu 3 : 19 dijelaskan, relakanlah dirimu. Tujuan penyesahan dan hajaran adalah agar kita jera terhadap dosa, agar kita terlatih dan TIDAK menjadi anak gampangan dan agar kita mampu menghasilkan karakter Illahi dalam hidup kita. Karena itu, bila kita telah menerima hajaran dan penyesahan Tuhan, SEGERALAH Jera !
Karena sesungguhnya, hajaran dan penyesahan, adalah bukti kasih yang kekal (Yeremia 31 : 3).

4. Yakobus 1 :12 mengatakan, berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

>Bertahan berarti menyelesaikan pertandingan hingga kesudahannya.

5. Dalam Matius 7 : 21 dikatakan, bukan setiap orang yang berseru kepadaKu Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan Dia yang melakukan KEHENDAK BAPAKU yang disorga.

>Nats ini menjelaskan bahwa bukan setiap orang yang melakukan pelayanan, berkenan di hati Allah, melainkan hanya orang-orang yang melakukan pelayanan dari HATI dan melakukan kehendak Bapa dengan tuluslah yang berkenan di hati Allah.

6. Roma 12 : 10  mengatakan, hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

> Nats ini menjelaskan bahwa dalam pelayanan, hendaklah kita saling mengasihi dan saling menghormati, tetapi sebagai pelayan Tuhan, kita tidak boleh GILA HORMAT.

Dari beberapa penjelasan nats diatas, kita boleh belajar  beberapa hal yang harus diteladani :

  1. Menjadi Pelayan Kristus, bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Tuhan telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Jadi, tetaplah berfokus pada Tuhan ketika melayani.2. Melayani Tuhan bearti kita adalah seorang hamba (Lukas 17 :8 – 10). Seorang hamba tidak mempunyai alasan apapun selain hanya untuk melayani tuannya sampai selesai. Jadi dalam pelayanan, kita tetap harus mengingat, tugas kita hanyalah melayani dan tuan kita adalah Tuhan Yesus, jadi tidak ada alasan untuk menganggap kalau diri kita hebat dan penting. Melayani Tuhan berarti berfokus kepada Tuhan, tidak menuntut apapun dan yang terpenting layanilah Tuhan (Matius 20 : 26-27).3. Menjadi pelayan Tuhan berarti sehati sepikir, tidak mengharapkan puji-pujian yang sia sia dari manusia, tidak mementingkan diri sendiri, dan menaruh pemikiran sepenuhnya kepada Kristus (Filipi 2 : 2-5).

    4. Menjadi pelayan Tuhan tidak membutuhkan pengakuan dari manusia, karena sesungguhnya yang tersembunyi adalah yang mulia (2 Korintus 4 :18). Lakukan pelayanan dengan ikhlas dan tulus hati, karena Tuhan sangat menyukai orang yang tulus hatinya (Mazmur 73 :1, Mazmur 7 : 11)

    5. Menjadi pelayan Tuhan, harus menanggalkan semua keinginan daging (Galatia 5 :19-21), mematikan hal hal duniawi dan selalu menjadi pribadi yang mau diperbaharui Kristus secara terus menerus (Kolose 3 : 1-17).

    Fokus kepada Tuhan, berarti memahami dengan benar FirmanNya yang merupakan dasar dari segala tindakan kita, juga ketika melayani Tuhan. Biarlah dalam setiap pelayanan kita, Tuhan yang semakin besar dan kita semakin kecil, tidak bersandar kepada kekuatan kita sendiri (Yeremia 17 :5), dan tetap berpengharapan kepada Tuhan (Ibrani 6 : 9-12, 19-20).

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.