Melihat Melampaui Kehilangan

Renungan Harian, 30 September 2018

Mazmur 77:2-16

Penulis William Zinsser bercerita tentang kunjungan terakhirnya untuk melihat rumah tempat ia dibesarkan, suatu tempat yang sangat dicintainya di masa kecil. Ketika ia dan istri tiba di bukit di atas Teluk Manhasset dan Selat Long Island, mereka mendapati ternyata rumah itu sudah dirobohkan. Yang tersisa hanyalah sebuah lubang besar. Dengan sangat kecewa, mereka berjalan menuju ke tanggul laut terdekat. Zinsser memandangi teluk sambil menikmati pemandangan yang ada. Di kemudian hari, ia menuliskan tentang pengalamannya tersebut, “Aku merasa tenang dan tidak terlalu sedih. Pemandangannya lengkap: paduan unik dari daratan dan lautan yang begitu berkesan sampai-sampai aku masih memimpikannya.”

Pemazmur menulis tentang suatu masa yang sulit ketika jiwanya enggan dihiburkan dan lemah lesu semangatnya (Mzm. 77:3-4). Namun dalam kegelisahannya, ia mengalihkan perhatian dari kesedihan yang dirasakannya kepada Juruselamatnya, dengan berkata, “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala” (ay.12).

Ketika dirundung kekecewaan, kita dapat memilih untuk berfokus pada kehilangan kita atau kepada Allah saja. Tuhan mengundang kita untuk memandang kepada-Nya dan menikmati seluruh kebaikan-Nya, kehadiran-Nya, dan kasih-Nya yang kekal.

Mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala, kiranya mereka tetap dimampukan TUHAN ditengah kekecewaan yang mereka hadapi. Namun biarlah tangan TUHAN lewat umatNya mampu memberi diri lewat pundi-pundi bantuan yang disalurkan bagi mereka.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.