Renungan Harian, 10 Oktober 2018
Ibrani 6 : 19 - 20

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Dimana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita, ketika Ia menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.


Membangun pengharapan bersama Tuhan terkadang harus melalui berbagai pergumulan yang membentuk karakter yang seturut dengan kehendak Tuhan.
Bagaimana tidak, karena pengharapan dibentuk dari kesengsaraan yang menimbulkan ketekunan, ketekunan yang menimbulkan tahan uji yang kemudian pengharapan (Roma 5 : 3 – 5). Dibutuhkan iman yang merupakan hasil pendengaran akan firman Tuhan yang secara terus menerus untuk menghasilkan pengharapan bersama Tuhan.
Ketika kita tidak melihat hasil yang berarti, namun tetap iman kita harus percaya bahwa pengharapan bersama Tuhan selalu tidak mengecewakan.
Karena itu, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita, walau banyak pergumulan kehidupan yang datang dan terkadang menghabiskan akal kita untuk berfikir, jangan pernah menyerah. Tetaplah miliki pengharapan akan hasil yang terbaik yang disedikan Tuhan buat kita menurut kekayaan kasih karuniaNya.
Coba kita merenung, bagaimana nabi habakuk tidak kehilangan pengharapan bersama Tuhan walaupun apa yang ada di depan kelihatan jauh dari pengharapannya, namun ia tetap percaya kepada Tuhan sebagai kekuatannya (Habakuk 3 : 17 – 19).
Tetaplah miliki pengharapan bersama Tuhan, karena hasil dari pengharapan itu tidak akan mengecewakan. Ia adalah sauh yang aman bagi jiwa kita. Sauh mengidentikkan sebuah kekuatan menahan laju kapal. Betapa kuatnya sauh sehingga mampu menahan kapal agar tetap aman berlabuh. Begitulah kuatnya pengharapan yang mampu memberikan ketenangan bagi jiwa kita.
Bangunlah pengharapan itu dengan tetap merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, maka Tuhan sendirilah yang akan meneguhkan Firman itu di dalam kehidupan kita sehingga kita tetap menjadi orang-orang yang memiliki pengharapan bersama Tuhan

Post Terkait