Renungan Harian, 23 Agustus 2019
1 Yohanes 3 : 19 - 24

“ Saudaraku – saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.

Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” 
(1 Yohanes 3 : 21;24)

Syalom, semangat pagi PERMATA!

Dalam renungan sebelumnya kita belajar bahwa setiap orang yang mengaku dengan mulutnya dan percaya dengan hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan, akan diselamatkan. Diselamatkan artinya diangkat dari kematian kekal kepada kehidupan kekal.

Setiap orang yang telah hidup di dalam Kristus Yesus sudah pasti hidup di dalam kebenaran, karena kebenaran ada di dalam Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus dibuktikan dengan menjadi pelaku Firman Tuhan dalam kehidupan. Percaya kepada Yesus harus dengan iman. Percaya kepada Yesus harus dimulai dari hati, karena Allah selalu melihat apa yang tidak dapat dilihat manusia yaitu kedalaman hati. Jika kita percaya kepada Yesus dengan melakukan Firman Tuhan dengan ketulusan yang berasal dari hati, maka hati kita akan selalu tenang di dalam Yesus Kristus, karena tidak ada yang kita sembunyikan dari hati dan semuanya terbuka di hadapan Tuhan.

Jangan sampai kita dituduh oleh hati kita sendiri. Dituduh oleh hati dapat diartikan kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan tidak dengan ketulusan yang artinya kita membohongi hati kita. Fokus kita melakukan sesuatu bukan karena Tuhan tetapi dengan maksud lain yang tidak tulus, misalnya mencari pengakuan, supaya dihormati atau yang lainnya, sehingga hati akan menuduh kita. Dan Allah dapat melihat segala sesuatunya, karena Allah lebih besar daripada hati kita, bahkan ketika kita membohongi hati kita.

Jika hati tidak menuduh kita, yang artinya hati dan tindakan kita diselimuti keikhlasan dan kasih ketika melakukannya, maka kita akan memiliki keberanian untuk mendekat kepada Allah, karena kita tidak membohongi hati. Membohongi hati sama artinya dengan dosa dan ketika kita melakukan dosa, hati akan terus mengingatkan kepada kita untuk meperbaikinya, karena Allah sering sekali berbicara melalui suara hati dalam FirmanNya. Dan kita tidak akan merasa nyaman untuk mendekat kepada Allah jika masih ada kebohongan di dalam hati. Tetapi jika tidak, Roh Kudus akan bekerja secara leluasa di dalam hati kita.

Jika hati tidak menuduh kita, kita akan memperoleh segala sesuatu daripadaNya, karena kita menuruti segala perintahNya, yaitu saling mengasihi dan mempratekkan kasih di dalam kehidupan dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya. Hanya jika kita percaya dengan iman kepada Kristus dan melakukan segala perintahNya dan yang berkenan kepadaNya, Roh Allah dapat berdiam dan bekerja secara leluasa di dalam kehidupan kita, karena ketika Allah di dalam kita, Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada setiap orang percaya dapat berdiam sehingga setiap rencana Allah dapat terjadi di dalam kehidupan kita.

PERMATA, yuk kita semakin belajar untuk memiliki hati yang terus mau dibentuk seturut perkenananNya.

Post Terkait