Renungan Harian, 20 Februari 2019
Roma 15 : 26 - 27

Memberi adalah salah satu bagian karakteristik utama umat Kristen. Ikut memberikan sebagian dari apa yang kita miliki kepada orang lain, maka kita sudah memenuhi salah satu dari hukum utama dan terutama, yaitu mengasihi sesama kita. Perintah Allah yang utama adalah saling mengasihi, bukan semata-mata untuk menegaskan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, tetapi karna Allah adalah kasih (Bdk. Matius 22:37-39). Dan manusia yang melakukan perintah ini, Tuhan Yesus menyebutnya sebagai anak-anakNya.

Hidup yang berguna adalah hidup yang mau memberi, sebab kita akan mampu memahami makna kehidupan. Hidup yang memberi itu adalah hidup yang didasarkan atas Kasih. Dengan memberi, orang lain terberkati dan tertolong. Dengan memberi, maka hidup kita akan berarti untuk sesama. PERMATA GBKP juga harus ambil bagian untuk memberi dari apa yang ada pada kita. Memberi berupa materi kepada Gereja (untuk mendukung keungan Gereja), memberi berupa saran dan masukan kepada Gereja (supaya pelayanan Gereja semakin diperlengkapi), dan memberi diri untuk pelayanan di Gereja. Demikian juga kepada orang lain yang membutuhkan. Bukan saja melulu harus materi, tetapi kehadiran kita, doa kita, dukungan kita juga bisa membuat orang lain merasa diberkati. Jemaat Makedonia dan Akhaya menjadi contoh yang baik bagi kita dalam memberi. Mereka mampu memberi dari keterbatasannya. Mereka mampu memberi karena mereka sudah merasakan kasih Allah yang begitu besar. Mereka memberi sebagai wujud nyata bahwa mereka adalah anak-anak Allah, yang meniru perbuatan Allah. Rasul Paulus menjadikan contoh Makedonia dan Akhaya yang mampu memberi dari keterbatasannya. Demikianlah kiranya kita sebagai PERMATA GBKP. Yuk memberi dari apa yang ada pada kita. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Pdt. Mira Mutianta Br. Sinulingga, PENDETA GBKP

Post Terkait