Renungan Harian, 03 Maret 2019
Titus 1

Titus adalah seorang anak rohani-nya Rasul Paulus. Dalam pasal ini dijelaskan bahwa Paulus menginginkan jemaat yang seturut dengan kehendak Tuhan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang harus dapat menjadi orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.

Untuk penilik jemaat, Paulus mengingatkan harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. Artinya, perkataan dan sikap kita selaras.

Banyak sekali orang yang tidak tertib pada masa ini dengan omongan yang sia-sia dan menyesatkan pikiran. Suara hati mereka menjadi najis karena mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Karena itu, rasul Paulus mengatakan “Tegorlah mereka supaya mereka menjadi sehat dalam iman.”

Sepertinya keadaan ini juga banyak terjadi pada masa sekarang. Banyak manusia menjadi jahat yang terkadang kejahatannya sudah dianggap “terlalu”. Kasih semakin menipis, walau ,mereka sudah mengetahui kebenaran Firman Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk dapat hidup secara tertib. Tertib maksudnya pikiran dan perbuatan harus sesuai dan seturut dengan Firman Tuhan. Mengasihi tidak hanya dalam perkataan tetapi berbuah dalam perbuatan.

Jika hidup kita masih tidak tertib hingga kini, maka Firman ini mengingatkan kepada kita untuk berbalik. JANGANLAH kita menjadi orang yang angkuh, pemberang, peminum (maksudnya janganlah kita menjadi seorang pemabuk), pemarah dan serakah. Sebaliknya JADILAH seorang yang suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat.

Yuk PERMATA, kita terus belajar melakukan yang Tuhan inginkan and be the next level dalam standarnya Tuhan

Post Terkait