Renungan Harian, 11 Mei 2019
Amsal 14:17

“Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”

Sabar adalah sebuah kata dengan makna terdalam ketika harus melakukannya, namun sabar juga merupakan bagian dari salah satu tindakan kasih yang telah Tuhan ajarkan (1 Korintus 13 : 4). Kalau kitab Amsal mengatakan, orang yang sabar melebihi seorang pahlawan (Amsal 16 : 32). Pahlawan sendiri mengartikan sebagai seorang yang dengan kerelaan, menerima hal yang tidak diinginkannya demi berjuang untuk kebahagiaan semua orang untuk memperoleh kemerdekaan. Tentu saja dalam perjuangan seorang pahlawan, ia harus menjadi orang yang rela untuk menanggung penderitaan dalam peperangan. Dan orang yang sabar, Alkitab mencatat, lebih dari seorang pahlawan. Betapa bersabar membutuhkan pengorbanan.

Dalam melakukan pelayanan pemberitaan Injil, para Rasul juga pasti harus memiliki sifat sabar, karena itu teladan bagi kita juga ketika melakukan pelayanan adalah kita harus memiliki sifat sabar. Dalam sabar tentu saja ada penguasaan diri seperti apa yang tertulis dalam Kitab Amsal. Contohnya saja, Stefanus. Ia tetap melakukan pemberitaan Injil walau banyak orang pada masa itu menolaknya dengan berbagai bantahan yang hebat, namun ia tetap tidak menyerah. Konsistensi dalam kesetiaannya melayani pasti dilandasi oleh salah satu sifat yang sabar. Ketika difitnah, ia tidak memfitnah balik atau marah dengan mengeluarkan kata-kata kotor, melainkan ia tetap bersabar dan melakukan pembelaan terhadap dirinya sesuai dengan Firman Tuhan yang telah ia yakini. Hingga pada akhirnya, ia dilempari batu sampai mati, bahkan tidak ada amarah di dalam dirinya bahkan disaat akhir hidupnya, ia malah memohonkan kepada Tuhan untuk tidak menanggungkan dosa itu kepada mereka. Sungguh sikap yang luar biasa.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, bahwa orang yang lekas naik darah adalah orang yang bodoh bagi Tuhan, sebaliknya orang yang bersabar, kata Tuhan adalah seorang yang bijaksana.

PERMATA, bagaimana dengan kita ? Mari kita introspeksi diri dan mari kita renungkan, apakah dalam pelayanan yang kita lakukan, kita adalah seorang yang sabar atau seorang yang lekas naik darah. Yang jelas Tuhan sangat mencintai seorang yang sabar ketika melayaniNya. Firman Tuhan katakana dalam Kolose 3 : 12 “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”

Karena itu, mari kita bersama belajar untuk memelihara kesabaran karena itulah salah satu sifat yang diinginkan Tuhan untuk kita miliki.

Post Terkait