Renungan Harian, 12 Mei 2019
Efesus 4 : 32

“ Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Sikap ramah dapat diartikan sebagai sikap dari diri seseorang yang baik hati, sopan dalam sikap dan tutur kata, suka bergaul dan menyenangkan. Hari ini melalui firmanNya, Tuhan ingin mengingatkan kepada kita bahwa setiap anak Tuhan sudah seharusnya memiliki sikap ramah di dalam kehidupan. Seorang anak Tuhan adalah seorang yang ramah terhadap orang lain, penuh kasih mesra, kelembutan dan pengampunan.

Ramah memang mengindentikkan sebuah sikap yang suka bergaul. Bergaul disini artinya adalah sebuah sikap yang sopan dalam tutur kata dan perbuatan. Seorang pelayan Tuhan juga memang harus memiliki sifat ini. Misalnya saja, sikap ramah dapat ditunjukkan dengan mengucapkan salam, tidak sungkan bertututr sapa terlebih dahulu dengan semua orang serta menunjukkan kasih dan kelembutan baik dalam tutur kata dan perbuatan.

Ramah juga mengartikan bahwa tidak ada kata-kata kotor atau fitnah keluar dari mulut seorang anak Tuhan. Ramah tidak berarti menggosip, memfitnah atau mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak berguna. Ramah berarti kelembutan bertutur kata yang baik dan sopan. Dalam melayani Tuhan, seorang pelayan Tuhan sudah seharusnya memiliki sikap ramah dalam melayani.

Dalam sikap ramah banyak hal positif yang bisa terjadi. Misalnya saja pengampunan terjadi ketika kita ramah dan penuh kasih mesra yang merupakan ketulusan yang terpancar dari hati.

PERMATA, memiliki sikap ramah adalah sebuah proses belajar secara terus menerus. Buat kam yang sangat pendiam, belajarlah untuk memiliki sikap ini ketika melayani sehingga akan menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan.

“…Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.” (Titus 3 : 2)

Post Terkait