Renungan Harian, 24 April 2019
 Amsal 10 : 19

“ Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi”

Di dalam Matius 12 : 36 – 37 dikatakan “Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap kata yang sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita untuk berhati-hati dalam mengeluarkan perkataan. Perkataan memang tidak berwujud namun tanpa kita sadari, dari perkataan orang dapat melihat pribadi kita, melalui perkataan kita juga dapat membawa dampak pada orang lain. Melalui perkataan juga dapat mewakili apa sebenarnya yang ada di dalam hati kita (Lukas 6 : 45). Intinya, perkataan kita akan mencerminkan pribadi kita.

Dalam Kitab Amsal yang merupakan nats kita hari ini mengajarkan kepada kita bahwa di dalam banyak bicara mengandung pelanggaran. Banyak bicara disini berarti setiap orang yang suka berbelit-belit dan memutar balikkan fakta, setiap orang yang senang merayu-rayu dengan menggunakan lidahnya untuk tujuan yang tidak baik bagi orang lain. Banyak bicara juga mengindikasikan orang yang suka mengeluarkan perkataan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Orang yang berkata semaunya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Kata Tuhan, dalam banyak bicara seperti ini, mengandung pelanggaran dalam ia mengucapkan kata-katanya.

PERMATA, hari ini Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menahan bibir kita dari perkataan yang sia-sia, perkataan kotor dan perkataan yang melemahkan orang lain, karena Tuhan telah menganugerahkan bibir dan mulut kepada kita untuk senantiasa memperkatakan kebenaran. Biarlah kita selalu memperkatakan kebenaran dalam kehidupan kita. Kebenaran adalah Firman Tuhan dan Firman Tuhan semuanya dapat kita ketahui dari Alkitab.

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang (Kolose 4 : 6)

Post Terkait