Renungan Harian, 10 Juni 2019
Filipi 2 : 1 - 11

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2 : 8)

Kisah Filipi 2 adalah kisah tentang Rasul Paulus yang menberi nasehat kepada jemaat di Filipi kala itu. Rasul Paulus memberitakan Injil, tentang apa yang telah dilakukan oleh Yesus dan apa yang Tuhan Yesus inginkan bagi setiap orang yang mengikutNya.
Rasul Paulus mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, mengambil seorang hamba dan menjadi sama seperti manusia Artinya, Tuhan tidak segan-segan menurunkan standarnya dari seorang Allah menjadi manusia bahkan mengambil rupa seorang hamba. Tujuannya adalah untuk menebus dosa manusia dan memenangkan manusia dari kematian kekal menuju kepada kehidupan kekal. Tuhan merendahkan diriNya menjadi sama seperti manusia, Ia taat melakukan kehendak Bapa, dan kesetiaanNya taat kepada Bapa terbukti dari kematiananNya di kayu salib. Dialah pribadi Yesus. Dan karena ketaatanNya, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan nama diatas segala nama.

Selanjutnya ada beberapa hal yang harus ada dan kita teladani dari apa yang telah Tuhan lakukan di dunia yaitu :

1. Sempurnakanlah sukacita ini : Hendaklah setiap orang yang mengikut Yesus sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, memiliki sikap rendah hati dengan menganggap yang lain lebih penting dari dirinya sendiri dan memperhatikan kepentingan orang lain, yang mengartikan bahwa setiap anak Tuhan hendaknya melayani dengan ketulusan hati.

2. Hendaklah dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan dalam Kristus Yesus, artinya milikilah kerendahan hati seperti Yesus yang merendahkan diriNya untuk memberi keselamatan kepada seluruh umat manusia yang percaya kepadaNya.
Selanjutnya, berfokuslah kepada Tuhan dalam setiap pelayanan yang kita lakukan.

Dalam perikop ini, ada beberapa hal yang juga dilarang oleh Tuhan :

Janganlah melayani hanya untuk mencari puji-pujian yang sia-sia. Dalam kehidulan, janganlah anak Tuhan hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri melainkan milikilah kasih Agave, seperti kasih Tuhan kepada kita, yang menganggap orang lain lebih penting dari dirinya sendiri.

Teladan yang dapat kita petik dari perikop ini adalah milikilah sikap taat seperti Tuhan Yesus yang taat sampai akhir. Sikap taat kepada Tuhan dapat kita lakukan salah satunya dengan konsisten ber-saat teduh bersama Tuhan. Tentukan waktu pribadi kam dan lakukan.

Menyembah dan memuji Tuhan dapat kita lakukan dengan merasakan Tuhan dalam setiap hari di kehidupan kita dengan taat dan setia sampai akhir.

Post Terkait