Renungan Harian, 15 April 2019
Filipi 1 : 6

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Tuhan Allah telah memulai segala perkejaan baik untuk kita. Dimulai dengan Ia menciptakan segala ciptaan hingga Ia menciptakan kita. Semuanya adalah pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah bagi kita. Ketika di dalam taman Eden, Tuhan Allah sangat mengasihi manusia hingga manusia digoda oleh iblis (ular) dan memakan buah pohon yang dilarang Tuhan sehingga manusia jatuh ke dalam dosa.

Jatuhnya manusia ke dalam dosa tidak lantas mengurangi kasih Tuhan kepada manusia. Allah memang membenci dosa, namun Ia mengasihi manusia, bahkan sangat mengasihi manusia. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, maka Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh kehidupan kekal (Yohanes 3 : 16)

Allah turun langsung, merendahkan diriNya menjadi sama seperti manusia, untuk menyelamatkan manusia dari pekatnya segelintir dosa. Dialah pribadi Yesus. Yesus yang tidak berdosa dan tidak sanggup berbuat dosa, telah memberikan kepada kita anugerah keselamatan sehingga kita dimampukan untuk mendekat kepada tahta suci  Allah kita,supaya kita memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal.

Anugerah keselamatan itu diberikan dengan cuma-cuma. Darah Yesus telah membayar lunas segala dosa kita. KematianNya telah mengalahkan maut dan kebangkitanNya telah membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan dosa.

Sebagai ciptaan yang telah diselamatkan, maka sudah seharusnya kita menghasilkan buah pertobatan dalam hidup kita. Sebagai ciptaan yang telah memperoleh keselamatan, kita wajib mengemban amanat agung yang diberikan kepada kita (Matius 28 : 19 – 20) sehingga ketika hari ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, Ia mendapatkan kita kudus dan tidak bercela. Ia yang telah memulai, maka bersama saksiNya yaitu kita, juga akan menyelesaikan perkejaan yang telah dimulainya.

Post Terkait