Mendengar Suara Hati

Renungan Harian, 24 September 2018

Daniel 3 : 1 - 18

Dalam kehidupan kita sehari hari kita kan mengalami berbagai pertanyaan hati. Kita akan memilih melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan atau memenuhi keinginan yang hanya mementingkan diri sendiri/keinginan daging.

Para anak muda akan menemukan pilihan berpacaran dalam terang Firman Tuhan atau mojok dalam kegelapan, para pelajar akan sering menghadapi godaan untuk berbuat curang/menyontek atau berusaha untuk belajar dengan jujur. Para pasangan suami istri akan diperhadapakan pada harus setia dalam mempertahankan pernikahan suci atau terjebak dalam dunia seks bebas atau perselingkuhan dan para karyawan akan diperhadapakan pada godaan untuk merekayasa angka-angka atau mengarsip laporan palsu ketika bekerja.

Sebagai PERMATA, kita akan diperhadapakan dengan ujian hati nurani, dan ujian tersebut akan menentukan tentang seberapa dalam kita percaya dengan iman dan  mengasihi Tuhan  dalam kebenaran FirmanNya. Kita tahu bahwa pilihan kita dapat menimbulkan efek yang baik atau buruk, namun bila kita percaya denga teguh kepada Tuhan, maka  hasil dari ujian tersebut akan sesuai dengan Firman Tuhan.

Bertanya kepada Tuhan  dalam doa dan terus belajar firmanNya adalah jalan terbaik dan kita harus percaya bahwa Tuhan akan menjaga ketika kita memilih untuk melakukan yang benar. Seperti dalam kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang memilih untuk tidak menyembah patung emas walaupun mereka harus menentang raja dan berkata sekalipun Tuhan tidak melepaskan mereka dari api yang menyala-nyala itu, mereka tidak akan pernah menyembah siapapun atau apapun selain Tuhan Yesus yang hidup. Mereka mengambil keputusan untuk tetap mempercayaiNya (ayat 17-18). Ini adalah keputusan yang tepat dan itu terbukti dari sikap hati mereka.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.