Meneladani Yesus

Renungan Harian, 08 Agustus 2018
Roma 16 : 25 - 27


Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, menurut Injil yang kumasyurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad abad lamanya,

Tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman

Bagi Dia, satu satunya Allah yang PENUH HIKMAT, oleh YESUS KRISTUS : segala KEMULIAAN sampai selama lamanya! Amin

Hanya Yesus satu satunya Tuhan yang berasal dari Surga. Dia bukan berasal dari dunia melainkan dari Sorga yang kekal abadi. Dialah pemegang kunci Kerajaan Surga. Jadi, bagi kamu yang ingin melihat dan masuk menjadi warga Kerajaan Surga, teladani-lah Yesus dalam hidup kita. Meneladani Yesus dengan setia baik dalam sukacita maupun dukacita, baik dalam keadaan senang maupun susah, baik dalam keadaan pujian maupun cacian, baik dalam keadaan disenangi maupun dikucilkan/diremehkan, baik ketika dianggap maupun tidak dianggap. Artinya, dalam segala keadaan.

Bukankah kehidupan kita bukan berbicara tentag kita lagi, tetapi berbicara tentang Yesus yang ada di dalam kita (Galatia 2 : 20.)

Selaku orang percaya (PERMATA GBKP) harus meneladani Yesus (Yohanes 7:17). Jika kita ingin mengikuti teladan Kristus dan berjalan di jejakNya, kita harus berupaya untuk melakukan hal-hal yang sama mengikuti pola yang telah Dia berikan. Menjadi terang dan garam bagi dunia adalah meneladani Yesus (Mat. 5:13-16). Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Hanya melalui Yesus kita dapat memperoleh keselamatan. Itu artinya hanya dengan meneladani Yesus kita bisa layak masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Marilah kita menelaah setiap ajaran sang Guru yaitu Yesus Kristus dan membaktikan diri kita lebih sepenuhnya pada teladanNya. Dia telah memberi kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Dia telah memanggil kita oleh kuasaNya yang mulia dan ajaib dan telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar : supaya olehNya kita boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia (2 Petrus 1:3-4).

Mari kita aminkan dan lakukan sesuai dengan lagu: ”hidupku bukannya aku lagi, tetapi Yesus dalamku”.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.