Mengampuni

Renungan Harian, 29 September 2018

Lukas 23 :34, Yesus berkata : "Ya Bapa, ampunilah mereka,sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Ini adalah salah satu ungkapan hati yang sangat luar biasa. Tuhan Yesus mati dan disalibkan, dan orang-orang yang menyalibkan Tuhan adalah orang-orang yang telah disembuhkannya, orang yang mengalami mukjizat karenaNya dan orang yang tadinya mengikut Dia.

Pemerintah kala itu tidak mampu melihat kesalahan dari Yesus, namun tetap memilih menyalibkan Yesus dan memilih membebaskan Barabas. Namun, Tuhan Yesus sama sekali TIDAK MEMBENCI mereka, malahan berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka.”.

Yang ingin dikalahkan Yesus adalah iblis, yang menaungi manusia, namun Ia sangat mengasihi manusia. Ya, aku dan kamu. Buktinya adalah dalam Yohanes 3 :16.

Yuk, kita semakin menyadari bahwa musuh kita sebenarnya adalah roh iblis (Efesus 6 :12) yang selalu menyerang pikiran kita, dengan mengatakan seolah-olah dosa itu wajar dan tidak ada manusia yang tidak berdosa. Memang benar, manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, namun penyaliban Tuhan Yesus membuktikan bahwa Bapa menginginkan keselamatan bagi setiap anak-anak Allah. Tuhan  tidak ingin ada yang terhilang (Matius 18), jadi bukan hidup di dalam dosa, tetapi kita harus menyadari bahwa kita adalah orang berdosa dan butuh pengampunan dari Tuhan Yesus dan pengampunan dosa telah diberikanNya (1 Yohanes 1 : 9) kepada kita melalui kebangkitan Tuhan Yesus, supaya kita kembali menjadi kudus (1 Petrus 1 :16). Karena itu hidup-lah selalu di dalam Yesus dan meninggalkan dosa-dosa kita.

Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5 :17).

Yukk, kita memilih setia sampai akhir kepada Tuhan Yesus dan jangan mau diintimidasi iblis dengan dosa- dosa kita, karena Tuhan Yesus telah menyediakan jalan keluar bagi kita dengan mengampuni dosa kita dan menjadikan kita ciptaan yang baru.

Post Terkait