Renungan Harian, 22 Agustus 2019
 Matius 22 : 37

"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."

Tuhan mengasihi kita, bukan karena siapa diri kita, melainkan siapa diriNya. Tuhan mengasihi kita, karena kita adalah segambar dengan diriNya. Jadi bagaimanapun keadaan kita, bentuk rupa kita, status kita, masalah kita dan semua yang ada di diri kita, Dia tetap mengasihi kita dan kasihNya tidak akan pernah berubah sedikitpun kepada kita.

Mengasihi Tuhan berarti bersyukur dan menerima kasih Tuhan itu sendiri sepenuhnya di dalam diri kita. Karena bukan kita yang mengasihi Tuhan melainkan Tuhan-lah yang sudah mengasihi kita (1 Yohanes 4 :10), karena kita mengasihi Tuhan berarti kita menerima kasih Tuhan itu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi. Ketiga hal ini tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa dibolak balik. Mengasihi Tuhan harus dimulai dengan hati, jiwa baru akal budi. Kata segenap berarti tidak boleh gepeng atau setengah-setengah. Dan untuk mengasihi Tuhan, kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri.

Ibrani 12 : 6 mengatakan, karena Tuhan mengahajar orang yang dikasihiNya dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak. Tidak ada orang yang dikasihi Tuhan yang tidak mengalami hajaran dan penyesahan, karena itu di dalam Wahyu dijelaskan, relakanlah dirimu.Tujuan penyesahan dan hajaran adalah agar kita jera, agar kita terlatih dan tidak menjadi anak gampangan dan agar kita mampu menghasilkan karakter Illahi dalam hidup kita. Karena itu, bila kita telah menerima hajaran dan penyesahan Tuhan, Segeralah Jera ! Karena sesungguhnya, hajaran dan penyesahan, adalah bukti kasih yang kekal (Yeremia 31 : 3).

Yakobus 1 :12 mengatakan, berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Bertahan berarti menyelesaikan pertandingan hingga kesudahannya.

PERMATA, yuk, setiap hari kita semakin belajar mengenal dan merasakan kasih Tuhan. Tidak menjadi anak yang gampang menyerah dan mampu menyelesaikan pertandingan hingga akhir, karena hadiahnya mahkota kehidupan yang kekal.

Post Terkait