Renungan Harian, 24 Februari 2019
Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup


Yohanes 5 : 24
Perikop ini menjelaskan tentang Yesus yang bersaksi tentang Bapa yang mengutus diriNya untuk menyelamatkan manusia. Ada beberapa hal yang menarik dari perikop ini :
1. Dalam ayat 20 dikatakan “..Ia akan menunjukkan kepadaNya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada pekerjaan-pekerjaan itu sehingga kamu menjadi heran.” Pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan dalam diri seseorang pada akhirnya akan membuat kita terheran dan terkagum-kagum. Apakah kita pernah merasakan, ketika kita berfikir hanya berbuat sedikit, namun hasil yang didapatkan menjadi luar biasa mengangumkan ? Lalu kita akan bertanya dalam hati “wow, tidak sangka akan menjadi begini..”. Disitulah kita akan merasakan bahwa ketika Tuhan Yesus telah menggenapi apa yang kita lakukan, maka sebenarnya hasil dari suatu keadaan yang terjadi yang membuat kita kagum, bukanlah karya kita, melainkan karya Tuhan. Tuhan hanya ingin kita melakukan apa yang menjadi kapasitas kita dan selebihnya, Tuhan yang akan menyempunakan hasilnya. Bersama Tuhan, kita akan mengalami banyak keheranan-keheranan yang dasyat. Percayalah..!
2. Di dalam Tuhan Yesus ada kehidupan kekal. Percaya kepada Tuhan Yesus dengan iman, berarti kita percaya, akan ada kehidupan kekal yang menanti kita kelak dalam Kerajaan Sorga. Menghormati Tuhan Yesus berarti kita melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya, percaya bahwa Yesus-lah Tuhan yang menebus dosa kita sehingga kita telah berpindah dari alam maut yang berarti kematian kekal kepada kehidupan yang kekal, percaya kepada kebangkitan dan kehidupan kekal (ayat 21 – 26)
3. Pada saatnya nanti, Tuhan Yesus akan menghakimi orang yang hidup dan mati. Setiap orang yang berada dalam kuburan akan mendengar suaraNya. Mereka yang berbuat baik, akan keluar dan bangkit untuk memiliki kehidupan kekal, namun mereka yang jahat akan bangkit untuk dihukum. Ukuran baik dan jahat akan selalu distandarkan dengan Firman Tuhan, karena itu kita harus selalu senantiasa bergumul dengan Firman Tuhan agar kita semakin mengetahui standarnya Tuhan untuk kehidupan.
3. Tuhan tidak membutuhkan hormat dari manusia (ayat 41), jika manusia itu sendiri, hatinya menjauh dariKu dan tidak menerimaKu. Banyak orang pada zaman sekarang kelihatan seperti rohani, tetapi sebenarnya hatinya menjauh dari Tuhan. Banyak orang sepertinya menghormati Tuhan, tetapi tidak melakukan kehendakNya. Karena itu, yuk PERMATA, kita harus terus belajar dan membuktikan bahwa kita menghormati Tuhan dengan masuk ke dalam rencanaNya. Bukti kita menghormati Tuhan adalah percaya kepada Tuhan dan mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (Matius 22 : 37). Selanjutnya hal yang harus kita pahami adalah Tuhan kita bukanlah Tuhan yang “gila hormat”, tetapi Tuhan harus kita hormati sebagai sesuatu yang penting dalam hidup kita. Karena itu, sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh menjadi anak yang “gila hormat” dalam kehidupan, karena sebenarnya posisi Hormat itu sendiri adalah milik Tuhan yang harus kita lakukan, bukan milik kita. Dalam setiap pelayanan yang kita lakukan, biarlah kita selalu berlindung dalam salib Kristus, sehingga hanya kemuliaan Kristus saja yang tampak.

Post Terkait