Renungan Harian, 14 Juli 2019
1 Korintus 6 : 12 - 20

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”

Ayat 12 mengatakan bahwa “Segala sesuatu halal bagiku, namun tidak semuanya berguna dan aku tidak akan membiarkan diriku diperhamba oleh apapun. Maksud dari ayat inilah segala sesuatu yang dapat diartikan segala makanan telah halal, namun kita tidak akan diperhamba oleh makanan. Bagi kita yang hidup di perjanjian baru, semua makanan telah menjadi halal, namun setiap orang percaya tidak akan diperhamba oleh makanan. Diperhamba oleh makanan maksudnya adalah menganggap makanan yang paling terpenting dalam kehidupan lebih penting dari Tuhan. Menghilangkan saaat teduh hanya karena makanan atau tidak berdoa hanya karena makanan atau alasan lainnya. Di ayat 13 lebih diperjelas kembali bahwa makanan adalah untuk perut, namun perut suatu saat akan binasa. Artinya bila kita diperhamba oleh makanan, kita akan binasa. Selanjutnya dikatakan bahwa tubuh bukankah dipergunakan untuk percabulan, namun untuk Tuhan.

Kita harus menyadari bahwa tubuh kita adalah milik Kristus, karena kita dosa kita telah lunas dibayar oleh Tuhan, karena itu kita harus mempergunakan tubuh kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Kata Tuhan, dosa percabulan adalah dosa yang datang dari diri sendiri dan barangsiapa yang mengikat diri dengan percabulan maka ia telah menjai satu daging dengannya.

Sebaliknya, hari ini kita diajarkan untuk mengikatkan diri dengan roh Tuhan, agar kita menjadi satu roh dengan Tuhan

PERMATA, hari ini kita belajar bahwa tubuh kita sendiri bukanlah milik kita tetapi telah menjadi milik Tuhan. Dan ketika kita bertanggungjawab untuk menjaga kekudusan tubuh kita dan menjauhi percabulan, maka percayalah Tuhan juga akan bertanggungjawab atas hidup kita.

Yok, kita semakin menyadari dan bila saat ini kita sedang terikat dengan hal tersebut, lepaskanlah hal itu dan berbaliklah kepada Tuhan. Kata Tuhan “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1 : 16)