Renungan harian, 22 Oktober 2018
Matius 16 : 24

Lalu Yesus berkata kepada murid muridNya : Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku
Salah satu cara untuk menyangkal diri adalah seperti yang dikatakan dalam Matius 5 : 17, jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.
Jelas sekali ayat ini mengatakan, bahwa bersama Tuhan Yesus kita harus berani mengatakan kebenaran dan kebenaran itu adalah firman Tuhan. Seperti bahan renungan sebelumnya bahwa menjadi ciptaan baru berarti mengubah kekaguman kita dari yang keinginan dunia yang semu menjadi kekaguman bersama Tuhan Yesus. Mengangumi Yesus berarti mengangumi firmanNya dengan merenungkan serta menjadi pelaku firmanNya. Maka bukan saja berkat materi, tetapi berkat rohani, kuasa dan hikmat akan melimpah dalam kehidupan kita.
Dalam 2 Korintus 5 : 14 menjelaskan bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosa kita. Kematian Yesus bukan dimaksudkan mati secara Roh seperti manusia yang mati secara Roh ketika ia berdosa, karena Yesus adalah Roh itu sendiri. Tetapi kematian Yesus adalah kematian secara tubuh karena ia adalah seratus persen manusia tetapi bukan karena dosaNya, karena Yesus tidak mampu berbuat dosa, tetapi kematian Yesus adalah kematian untuk menebus manusia dari kematian kekal dan memberikan kehidupan kekal kepada semua manusia.
Lalu kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Yesus-lah yang empunya seluruh kehidupan. Tuhan Yesus adalah satu satunya Tuhan yang bangkit pertama kali dan tidak ada manusia yang mampu bangkit dari kematian kecuali ia hidup di dalam Yesus, karena kebangkitan Yesus melambangkan kehidupan kekal dan Tuhan Yesus adalah Tuhan yang mampu mengalahkan kematian. Inilah trnasformasi kehidupan manusia ketika ia memilih hidup di dalam Yesus.
Karena itu siapa yang mau hidup, ia harus hidup di dalam Yesus karena kehidupan kekal inilah yang selalu dibagikan Yesus kepada kita.

Post Terkait