Renungan Harian, 19 November 2018
1 Petrus 4 : 1

Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian.

Bacaan : 1 Petrus 4 : 1 - 6

Ketika Tuhan Yesus melayani di dunia sebagai manusia, Ia menderita badani. Dalam peluhnya dan darahNya, Ia sangat tersiksa dan Ia melakukanNya bukan karena dosaNya, karena Tuhan Yesus tidak mampu berbuat dosa dan dosa tidak ada padaNya, melainkan karena dosa kita seluruh manusia. Meneladani Yesus, berarti kita juga harus menderita badani. Mempersenjatai diri kita dengan pikiran, bahwa Kristus juga menderita badani, maka saya juga harus melakannya. Namun makna menderita badani kita bukan dengan cara disalibkan seperti Yesus, karena hanya Yesus yang mampu melakukannya. Menderita badani yang dimaksud adalah badan kita harus menderita, agar kita tidak lagi menuruti keinginan daging dan dunia yang hanya akan membawa kita kepada kematian kekal. Salah satu cara kita menderita badani adalah dengan BERPUASA. Ketika kita berpuasa dalam nama Tuhan, badan kita akan lemah, namun Roh kita menjadi kuat.

Supaya di waktu yang sisa ini, yang artinya waktu kesudahannya tidak akan lama lagi, dan ketika waktu itu tiba, ketika Gembala Agung, yaitu Yesus Kristus datang kedunia, kita didapatinya kudus dan tidak bercela. Selain keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, ternyata ada lagi musuh yang harus kita kalahkan, yaitu keinginan manusia. Keinginan manusia selalu cenderung untuk memikirkan yang jahat dan hanya untuk memuaskan dirinya. Namun jika kita memberi lebih banyak makanan kepada Roh kita melalui Firman Tuhan, maka Roh kita akan menjadi lebih kuat. Ia akan jauh lebih kuat.

Sudah cukup banyak waktu yang digunakan manusia hanya untuk memenuhi keinginan daging. Manusia telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu hingga penyembahan berhala dan di ayat 5 mengatakan “Setiap orang yang berbuat demikian, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan”. Ini mengindikasikan, setiap manusia tidak akan bisa luput dari penghakiman. Dan ini adalah alasan mengapa Tuhan dalam Yesus Kristus, turun ke dalam Kerajaan maut, yaitu dunia orang mati, yaitu untuk melakukan penghakiman, sama seperti semua manusia. Ini membuktikan tidak ada yang bisa luput dari hari penghakiman Tuhan, karena Tuhan akan menghakimi baik yang hidup maupun yang sudah mati.

Karena itu, jadilah teladan bagi Yesus yang menderita badani, begitu juga kita. Supaya Roh kita menjadi kuat, karena hanya Roh Tuhan di dalam diri kitalah yang mampu memberikan kehidupan.

Post Terkait