Renungan Harian, 16 Februari 2019

1 Tesalonika 5:18 : "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Apa itu mengucap syukur ? Mengucap syukur merupakan suatu tindakan untuk menyatakan terima kasih. Lalu, apa itu terima kasih ? Terima : memperoleh sesuatu. Kasih : penghargaan /penghormatan/ ucapan syukur atas apa yg sudah kita peroleh. Sehingga dapat kita katakan ucapan syukur itu ada ketika kita merasa pemberian itu kita merasa sesuatu yang berharga bagi kita.

Pada saat kapan-kah kita harus mengucap syukur ? Bagi sebagian orang, akan terasa lebih gampang mengucap syukur, ketika sudah memperoleh berkat atau suatu hal yang baik. Namun yang dikehendaki Tuhan pada umatnya bukanlah mengucap syukur dalam hal yang baik-baik saja, tetapi dalam situasi yang buruk sekalipun. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan dalam 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” Mengucap syukur harus DALAM SEGALA HAL. Segala hal artinya dalam segala perkara, segala situasi, segala keadaan ataupun kondisi. Sekalipun dalam kondisi sakit, tidak baik dan kurang beruntung, yang Tuhan kehendaki adalah kita wajib mengucap syukur.

Tokoh Ayub menjadi sebuah teladan bagi kita dalam mengucap syukur. Ayub tercatat merupakan orang yang saleh, jujur, dan takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 2:1). Suatu hari, ketika kesalehan Ayub dicobai, Ayub harus kehilangan harta benda hingga anak-anaknya. Namun respon Ayub pada saat itu tidak mengeluh. Kesalehannya membuat orang di sekitarnya heran termasuk isterinya. Dalam Ayub 2 : 9 10 tertulis “Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah! Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam semuanya itu Ayub tidak bebuat dosa dengan bibirnya.

Ayub menjadi teladan yang mengajarkan kepda kita bahwa mengucap syukur harus dalam segala hal. Berterimakasih yang dikehendaki Allah bukanlah hanya kita lakukan ketika menerima yang baik-baik saja, tetapi juga ketika menerima hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita, yang merupakan suatu hal yang juga berasal dari Tuhan karena Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Satu hal yang harus selalu kita pahami bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan serta rancangan  hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29 : 11).

Sumber : Grace Desyanna Sitepu, PERMATA GBKP Runggun Sei Padang, Klasis Medan Kampung Lalang

Post Terkait