Renungan Harian, 28 Juli 2019
Galatia 6

“ Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain” (Galatia 6 : 4)

Tugas setiap orang percaya adalah memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada setiap orang sehingga setiap orang percaya benar benar mengenal siapa Tuhan Yesus. Ketika kita melihat seorang percaya melakukan kesalahan dalam kehidupannya, tugas seorang percaya adalah menegurnya dan memperingatkannya bukan menghakimi. Memimpin orang untuk kembali kepada Tuhan harus dengan roh yang lemah lembut. Dan lebih daripada itu, ia juga seharusnya tetap meyakinkan kepada dirinya kalau ia kuat di dalam Tuhan sehingga tidak akan jatuh di dalam pencobaan yang sama.

Setiap perkataan akan diuji oleh waktu dalam kehidupan. Ketika kita mengingatkan seseorang untuk berdamai dengan dirinya sendiri misalnya, maka tanpa kita sadar perkataan yang kita katakan akan diuji di dalam kehidupan, karena itu tetaplah konsisten dalam membangun hubungan dengan Tuhan supaya kita tetap dikuatkan oleh Tuhan. Tuhan mengingatkan kepada kita untuk saling bertolong-tolongan bukan malah menghakimi dan menjauhinya ketika ia berbuat dosa.

Ketik kita menjadi pelaku Firman dalam kehidupan, kita juga harus mengerti dan terus memelihara ketulusan hati di dalamNya, tidak mencari kemuliaan diri sendiri namun tetap memberitakan kemuliaan Tuhan Yesus bagi banyak orang, agar kita tidak menipu diri sendiri karena pada akhirnya kita akan mempertanggungjawabkan segala apa yang kita lakukan.

Menaburlah dalam Roh maka kita akan menuai dalam Roh juga. Menjadi manusia rohani berarti meninggalkan manusia lahiriah yang berasal dari daging. Keinginan daging harus kita lawan dengan cara tunduk kepada Firman Allah

PERMATA, marilah kita terus belajar untuk bermegah di dalam salib Kristus dan terus dipimpin oleh Roh Tuhan agar damai sejahtera senantiasa menuntun kita selalu.

Post Terkait