Renungan Harian, 23 April 2019
Pengkhotbah 3 : 13

“Setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah”

Alkitab mencatat bahwa berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Amsal 10 : 22) dan carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu (Matius 6 : 33).

Kedua ayat ini dapat mendukung pengertian kita bahwa segala sesuatunya akan menjadi kebaikan hanya jika kita hidup di dalam Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, bahwa ketika kita dapat makan dan minum serta menikmati kehidupan, itu semuanya karena anugerah Tuhan. Ketika kita mampu bersukacita dalam lelah kita dan dalam jerih payah kita, itu semua karena Tuhan. Dan ketika kita mampu bersukacita dalam segala aspek kehidupan, itu semua juga karena Tuhan.

Menikmati kehidupan di dalam Tuhan tidak hanya berbicara tentang sukacita namun juga tentang dukacita dan menghadapi segenap pergumulan. Dan ketika segalanya terjadi, baik sukacita, dukacita maupun dalam menghadapi pergumulan, ketika kita hidup di dalam Tuhan, maka sukacita dan damai sejahtera serta merasakan Tuhan dalam hidup kita tidak akan berkurang sedikitpun. Kehidupan di dalam Tuhan akan selalu megajarkan kepada kita tentang “berjalan dengan iman, bersukacita dalam pengharapan dan bertekun dalam doa.”

PERMATA, hari ini kita belajar untuk mempratekkan kesemuanya itu. Kita tahu, akhir dari segala sesuatu, bersama Tuhan akan selalu mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu tetaplah percaya. Ketika saat ini, kehidupan kam sedang melimpah akan syukur, tetaplah bersyukur. Bila kehidupan kam, sedang berada di jalan buntu, tetaplah percaya bahwa Tuhan  tetaplah menjadi sandaran kekuatan terindah bagi hati kita. Ketika kam bersedih atau kam sedang bergumul dalam keadaan sulit, kam sedang menanti sesuatu, kam sedang merasakan kegagalan, kesedihan yang memuncak hingga sukacita yang tak terhingga, Tuhan Yesus tetaplah Tuhan yang sama, dulu sekarang dan sampai selamanya. KasihNya, kehendakNya, kuasaNya akan selalu ada bagi kita dan kehidupan di dalam Tuhan Yesus, adalah kehidupan yang tidak mengenal kata menyerah namun senantiasa belajar berserah. Tetaplah berjalan dan bertahan hingga jawaban bahagia kita raih.

Post Terkait