Renungan Harian, 08 Maret
Yohanes 4 : 1 - 42

Tugas sebagai seorang Kristen, pengikut Tuhan Yesus, menjadi Kristus kecil adalah melaksanakan amanat agung yaitu “..Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu..” (Matius 28 : 19- 20)

Dalam menjadi saksi Kristus, seorang anak Tuhan harus memiliki beberapa hal diantara banyak hal lainnya yaitu ;

  1. Menguasai diri (Roma 12 : 3)
    Melayani Tuhan dengan karunia. Dalam melayani Tuhan sesuai dengan karunia, setiap anak Tuhan harus mampu menguasai diri. Menguasai diri maksudnya adalah memberitakan Injil seturut dengan kehendak Tuhan yaitu tidak dengan paksaan. Jika ingin beritakan Injil, beritakanlah..! titik, Selebihnya biarlah Tuhan yang berkarya untuk mengubahkan hati. Karena pada akhirnya, kita harus menyadari, hasil dari pemberitaan Injil itu adalah karena kuasa yang berasal Tuhan bukan karena hebat gagah kita.
  2. Fokus Hati (2 Timotius 3)
    Kita ini adalah prajurit Kristus, yang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Artinya, jika ingin memberitakan Injil, beritakanlah. Jangan tunggu sampai sukses dulu atau karena rasa minder dan perasaan yang tidak layak, karena diakatakan dalam pasal ini, seorang pemberita Injil kabar baik tidak didasarkan pada jabatan atau yang lainnya. Siapa saja diantara kita yang menyebut dirinya Kristus kecil wajib memberitakan Injil, menjadi saksi Kristus.

Yohanes 4 ini berbicara tentang seorang Samaria yang akhirnya bertobat ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus dan ia akhirnya bersaksi tentang Yesus yang mengetahui tentang dirinya (39) dan akhirnya banyak orang Samaria percaya kepada Yesus.

Orang Samaria adalah orang yang sama sekali tidak dipandang. Bahkan orang Yahudi tidak boleh bergaul dengan mereka. Tapi apa yang Tuhan Yesus lakukan dan apa yang mampu Tuhan perbuat ketika orang Samaria percaya kepada Yesus ?

Sadar atau tidak sadar, kita selalu merasa tidak layak untuk membicarakan Firman Tuhan. Merasa tidak pantas, takut dibilang sok rohani,  merasa belum sempurna, merasa banyak kekurangan, latar belakang keluarga atau yang lainnya. Tapi Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus  tidak pernah memandang semua itu rendah selama fokus hati kita kepada Tuhan. Karena sama seperti kasihNya kepada kita bukan karena siapa kita tetapi karena siapa diriNya. Ia mengasihi kita karena kita segambar dengan diriNya.

PERMATA, mari kita hilangkan semua rasa yang melemahkan dan membelenggu kita dan saatnya belomba terus dalam pertandingan iman yang memang disediakan Tuhan bagi kita.

PERMATA, selamat menjadi pemberita kabar baik bagi dunia.

Post Terkait