Renungan Harian, 10 Agustus 2019
Yakobus  1 : 1 – 4

“Hai kamu orang-orang yang tidak setia ! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah pemusuhan dengan Allah ? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”(Yakobus 1 : 4)

Kitab yang menjadi nats kita pagi ini mengajarkan kepada kita bahwa persahabatan dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. Arti dari nats ini bukan berarti Allah menginginkan permusuhan, namun Allah mengingatkan kepada kita untuk tidak bersahabat dengan dunia. Segala sesuatu yang berasal dari dunia yang dimaksud adalah keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2 : 16). Ketiga hal itu bukan berasal dari Allah, karena Allah tidak mengenal ketiga hal diatas. Ujung dari persahabatan dengan dunia adalah kehancuran yang akan membawa kepada kematian kekal. Sedangkan Allah sendiri menginginkan setiap manusia memperoleh hidup di dalam terangNya dengan tujuan agar kita dapat masuk dalam kehidupan kekal.

Persahabatan dengan dunia selalu bermula dari segenap keinginan yang ada di dalam diri. Keinginan  itu apabila dibuahi akan melahirkan dosa. Ketika keinginan tidak diperoleh, maka orang yang penuh dengan hawa nafsu dunia akan mulai mencari cara untuk memperolehnya walau dengan cara yang tidak berkenan kepada Allah. Ia menginginkan sesuatu dengan tujuan hanya untuk memenuhi hawa nafsu dunianya saja. Keinginan bila dibuahi dan tidak dikontrol, maka ia akan semakin bertambah dan semakin bertambah. Hawa nafsu akan semakin merajalela sehingga ia tidak lagi sadar bahwa apa yang dilakukannya melawan perintah Tuhan, karena fokus pemikirannya hanyalah keinginan dan bukan Tuhan.

PERMATA, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk TIDAK menjadi hamba dua tuan, karena itu tidak berkenan kepada Tuhan. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tetap setia berfokus kepada Tuhan dan setiap rencanaNya dalam kehidupan kita, karena persahabatan dengan Allah akan menjadi pilihan yang terbaik untuk kita lakukan. Setialah kepada FirmanNya maka kehidupan kekal akan menanti kita.

Post Terkait