Renungan Harian, 18 Oktober 2018
Amsal 4 : 23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Tuhan selalu melihat kedalaman hati. Sesuatu yang tidak mungkin dilihat oleh manusia, karena itu bagi Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Semuanya terbuka dan telanjang dan pada akhirnya, kepada Dialah kita harus memberi pertanggunganjawab (Ibrani 4 : 13).
Karena itu, kita harus senantiasa selalu menjaga hati, agar selalu seturut dengan Firman Allah, agar kita tidak melakukan dosa yang adalah pelanggaran terhadap Firman Allah (1 Yohanes 3 : 4).
Lalu bagaimana cara menjaga hati ?
Menjaga hati dapat dilakukan dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dapat diketahui semuanya di dalam Firman Tuhan, karena itu dasar dari permulaan dari segala hikmat dan didikan adalah dengan takut akan Tuhan (Amsal 9 : 10).
Apa itu perintah Tuhan ?
Dalam Alkitab, banyak sekali kita terdapat perintah-perintah Tuhan yang harus dijalankan untuk menjaga hati. Diantaranya 10 Taurat Tuhan (Keluaran 20). Lebih lanjut, tentang semua pertanyaan kehidupan, semuanya ada dalam Alkitab. Misalnya saja, ketika kita mulai memasukkan kebencian di dalam hati kita, tetapi ketka kita sudah mengetahui firman Tuhan dalam Amsal 12 : 16, maka kita tidak akan melakukannya, karena Tuhan berkata orang yang menyatakan sakt di hatinya (dalam konteks ini, orang yang membenci orang lain) adalah sebuah kebodohan, dan lebih lanjut Tuhan berkata dalam Amsal 9 : 6, buanglah kebodohan maka kamu akan hidup. Yang dimaksudkan hidup dalam ayat ini adalah kehidupan di dalam Roh Tuhan. Karena kebencian adalah sampah yang jangankan masuk ke hati, melintas di pikiran saja tidak boleh, karena Tuhan tidak pernah membenci manusia, lalu apa hak kita untuk membenci manusia ?
Ini adalah salah satu contoh cara kita menjaga hati, yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dan cara untuk mengetahui perintah dan larangan Tuhan adalah dengan merenungkan firman Tuhan siang dan malam (Mazmur 1 : 2) dan menjadi pelaku Firman Tuhan (Yakobus 1 : 22).
Lalu, sudahkah kita menjaga hati dengan menjadi pelaku Firman dalam kehidupan ?

Post Terkait