Renungan Harian, 27 Oktober 2018
Yakobus 1 : 26

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia sialah ibadahnya.
Menjadi seorang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak boleh suam suam kuku, karena Tuhan tidak akan berkenan (Wahyu 3 : 16). Kita tidak bisa menjadi orang yang seolah olah rohani ketika dalam Gereja tetapi bersikap dunia di luar Gereja.
Banyak orang pada zaman sekarang sulit sekali mengontrol lidah yang berbuah pada perkataan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Berkata seenaknya dan semaunya tanpa berlandaskan Firman Tuhan. Ketika marah, seseorang dapat berkata banyak “perkataan-perkataan sampah” yang dibenci oleh Tuhan.
Namun hari ini Firman Tuhan mengatakan untuk kita belajar mengelola lidah yang artinya mengelola perkataan dalam segala situasi dan kondisi, karena jika tidak demikian, kita sama saja seperti orang Kristen yang suam suam kuku, yang tak mampu menjadi pelaku Firman.
Matius 12 : 36 menjelaskan bahwa setiap perkataan yang sia-sia dan yang tak berguna yang kita keluarkan akan kita pertanggungjawabkan kelak. Karena itu, yook kita belajar menjadi seorang PERMATA yang menjadi teladan dalam perkataan.
Berkat atau kutuk itu datang kepada kita selalu bermula dari perkataan. Tanpa kita sadari, kita sering mengutuki diri sendiri dengan perkataan-perkataan kita. Karena itu, kenapa tak kita ubah saja perkataan kutuk menjadi berkat.
Perkatakanlah Firman Tuhan selalu dalam kehidupan kita maka Firman Tuhan itulah yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Kenapa tak kita ubah saja perkataan “tidak mampu” menjadi “aku mampu karena Tuhan di dalamku”, aku akan menjadi anak-anak yang perkasa di dalam Tuhan di bumi ini, aku akan mengasihi dan memaafkan kepada setiap orang yang menyakitiku karena Tuhan sudah memaafkan dan menebus dosaku terlebih dahulu, aku diberkati Tuhan, aku spesial karena Tuhan telah membentukku bahkan ketika aku masih dalam kandungan, ketika aku tidak melihat harapan di depan dan waktu seakan berlalu bergitu saja, aku tetap mengklaim janji Tuhan, bahwa masa depan pasti ada buatku dan aku takkan kehilangan harapan di dalam┬áTuhan, Tuhan memberkatiku ketika aku keluar dan masuk, apa yang aku pegang menjadi kudus dan apa yang aku kerjakan menjadi berhasil. Tuhan selalu berjalan di depanku, karena itu aku tidak takut dan masih banyak perkataan perkataan Firman yang begitu indah bila kita perkatakan dan yakini.
Jangan hanya bertumpu pada masalah dan pergumulan yang membuatmu seakan putus asa kemudian tanpa sadar kita mulai meragukan Tuhan dan mulai mengeluarkan perkataan yang selalu melemahkan dan kutuk, tetapi dalam segala keadaan perkatakan-lah Firman Tuhan dalam Yesus Kristus, dan bila kita perkatakan dengan iman, maka semuanya itu akan menjadi nyata bagi kita.

Post Terkait