Tahun 2018 sasaran GBKP ialah untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran warga GBKP dalam bidang politik, hubungan dengan masyarakat dan pemerintah; serta bagi PERMATA GBKP ialah tahun program bidang keuangan. Namun, pertanyaan mendasar yang hadir dalam pikiran kami, ialah “Bagaimanakah partisipasi PERMATA GBKP untuk berani dalam bidang perpolitikan? Atau sudahkah PERMATA GBKP mau mengambil bagian (membuka diri) dalam konteks-konteks politik saat ini, atau terkesan acuh tak acuh dengan perpolitikan saat ini?”.

Sederhananya, dengan kita bergabung dan menjadi bagian dari PERMATA GBKP, kita juga merupakan bagian dari orang-orang yang sedang “berpolitik”, karena dalam sebuah badan organisasi kita akan disuguhkan dengan hal-hal “perpolitikan”. Walaupun, secara tegas, kita memahami bahwa PERMATA GBKP bukanlah organisasi kepemudaan yang berlandaskan politik, namun PERMATA GBKP haruslah mencirikan jati dirinya sebagai sebuah organisasi yang terbentuk atas semangat untuk memuliakan TUHAN. Dan penegasan ini, layaknya menjadi perenungan kita bersama sebagai PERMATA GBKP, apakah kita sudah benar-benar menjadi PERMATA GBKP yang memiliki semangat dan tujuan tersebut? Maka, dengan cover ini kami ingin membawa PERMATA GBKP secara keseluruhan untuk dimampukan memahami apa yang menjadi pergumulan-pergumulan yang hadir tengah-tengah kehidupan kita sebagai PERMATA. Tentunya, “pintu gerbang” yang kami tampilkan ini, menjadi daya tarik PERMATA GBKP untuk mau secara terus-menerus bergumul dan merenung tentang apa yang dipersaksikan di dalam Pustaka Si Badia/ALKITAB.

Lahirnya karya visual ini, tentu tidak semudah yang kami bayangkan, namun dengan konsepsi tentang GBKP dan PERMATA GBKP pada tahun 2018, kami menemukan sebuah titik temu yang menjadikan langkah awal untuk memulai sebuah karya visual ini, dengan penamaan yang kami sebut dengan konsep 3-G yakni Glory (Kejayaan), Gospel (Injil), dan Gold (Emas). Penamaan ini sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan konsepsi zaman imperialisme atau kolonialisme, namun penamaan ini lahir oleh karena sebuah makna lain yang ingin disampaikan secara faktual, dan kontekstual.

Dalam Front Cover (sampul depan) dari buku Bimbingan PA PERMATA GBKP Tahun 2018 ini, kami mengusung 2 konsep yang menjadi konten dalam grafis ini, yakni Glory and Gospel yang mengacu kepada sasaran GBKP pada tahun 2018 untuk  menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran warga GBKP (termasuk PERMATA GBKP) dalam bidang politik, hubungan dengan masyarakat dan pemerintah. Berikut ialah penjelasan sederhana dari tiap-tiap grafis yang terbentuk, yakni:

  1. Uis gara (Beka Buluh dan Uis Nipes), sebagai lambang dan unsur yang melekat pada budaya Karo harus dilihat dalam terang Alkitab yang menyematkan slogan Reformasi, Ecclesia Reformata Semper Reformanda (Gereja yang telah tereformasi harus tetap bereformasi), dan di dalam pemberlakuan the church is always to be reformed (gereja harus selalu direformasi) harus di lakukan dalam terang salib yang tidak bisa dipengaruhi oleh budaya apapun.
  2. Maka dari itu, kami juga membuatkan Literatur Yunani diatas Uis Gara, menjadi simbol ALKITAB (Perjanjian Baru/Injil/Gospel), yang mengisyaratkan bahwa ALKITAB ialah bagian yang vital dalam kehidupan orang percaya, atau dengan kata lain ALKITAB harus menjadi sumber pedoman berkehidupan karena ALKITAB mempersaksikan firman Allah sebagai pegangan hidup yang memampukan kita menjadi anak-anak terang dengan menghayati penggenapan di dalam Yesus Kristus.
  3. Sillhoute Pemuda PERMATA GBKP dan YESUS KRISTUS, menegaskan bahwa PERMATA GBKP tidak menutup diri untuk mengambil bagian dalam bidang politik (Sasaran GBKP dalam Tahun 2018), dengan menjadi pelaku firman yang seturut kehendak-Nya; serta tidak mengabaikan untuk menghayati berkat-berkat TUHAN atas dirinya untuk berani tampil ke dunia politik dengan tetap menjunjung kebenaran dan keadilan.
  4. 2 Wajah manusia robot yang saling berhadapan, memberikan artian sebuah persepsi pro dan kontra dalam berpolitik. Yang selain itu juga bisa diartikan sebagai tokoh/peran “Politikus/Pemerintah” yang saling memiliki banyak kepentingan dan “pembenaran” politis untuk menunjukkan “kekuasaan” masing-masing.
  5. Kumpulan manusia-manusia yang saling tarik-menarik, dianalogikan seperti permainan tarik-tambang yaitu “siapa kuat, dia yang menang”, artinya mereka disini ialah para “pendukung” masing-masing “Politikus/Pemerintah” yang masing-masing menjadi tombak isu-isu dalam menunjukkan kekuasaan para “Politikus/Pemerintah” yang didukungnya. Atau secara sederhana mengisyaratkan, bahwa politik ialah lahan “basah” dan “kotor” yang bisa menciderai hal-hal “sakral” dalam kerukunan, kebersamaan, dan ketertiban sosial.
  6. Sillhoute Pemuda/i (PERMATA GBKP), menunjukkan eksistensi PERMATA GBKP yang secara struktural sudah menginjak usia 70 tahun, namun tetap siap dan produktif untuk menyuarakan suara kenabian, semangat kebenaran, dan menjunjung tinggi integritas, yakni dengan menolak praktik-praktik politik yang tidak menyenangkan hati TUHAN dan menciderai identitas sebagai pelaku-pelaku firman (Anti-Corruption: anti-korupsi; No Racism: menolak rasisme; Godspeed: Tuhan menyertai).

Sedangkan dalam Back Cover (sampul belakang) dari buku Bimbingan PA PERMATA GBKP Tahun 2018 ini, kami mengusung konsep Gold yang mengacu kepada tahun program bidang keuangan PERMATA GBKP. Berikut ialah penjelasan sederhana dari tiap-tiap grafis yang terbentuk, yakni:

  1. Logo 70 tahun PERMATA GBKP, dengan tagline (frasa) “KEMANDIRIAN DANA PERMATA GBKP” yang sekaligus mempertegas kevisioneran PERMATA GBKP. Dalam logo tersebut, juga terdapat sebuah keberanian dan nasionalisme yang harus ditunjukkan PERMATA GBKP, karena sebagai Aron Dibata, PERMATA GBKP juga berhak untuk memikirkan bangsa ini, dan mulai memberanikan diri untuk berbuat bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
  2. Tahun Program Kerja PERMATA GBKP Tahun 2018 : Tahun Bidang Keuangan dicantumkan sebagai bentuk penghargaan terhadap PERMATA GBKP sendiri untuk menjiwai tahun 2018 dengan penuh tanggungjawab.
  3. Cahaya yang membias dari Logo 70 tahun PERMATA GBKP, diartikan sebagai pewujud-nyataan yang visioner terhadap SEMANGAT KEMANDIRIAN PERMATA GBKP.
  4. Pemuda (PERMATA GBKP) yang sedang duduk, menulis, dan merenung isi Pustaka Si Badia (Firman Tuhan), menunjukkan sebuah kepercayaan diri sebagai PERMATA GBKP yang memiliki rencana kerja-nyata untuk membangun kemandirian (independency) lewat kreatifitas (creativity) dan integritas (integrity).
  5. Uang di atas meja, adalah sebuah persepsi yang realistis, karena untuk mengusahakan sesuatu ataupun untuk melaksanakan perencanaan-perencanaan, kita juga membutuhkan “modal” atau “dana” untuk merealisasikan ide-ide tersebut, namun dalam pengunaannya pun kita harus bijak dan jangan sampai mengecewakan hati TUHAN.
  6. Pustaka Si Badia di atas meja, mengisyaratkan bahwa PERMATA GBKP tidak mengabaikan dan melupakan firman Tuhan sebagai dasar untuk memulai rencana-rencana besar tersebut, serta meresapi penyertaan TUHAN dengan memperhatikan tiap-tiap kesaksian yang dinyatakan dalam Pustaka Si Badia/ALKITAB. Adapun yang menjadi dasar teologis yang harus di perhatikan dalam menjiwai semangat KEMANDIRIAN DANA PERMATA GBKP pada tahun 2018 ini ialah : (1) Kebijaksaan dalam mengelola uang (Lukas 16:10-11); (2) Menangani kesuksesan (Ulangan 8:11-14); (3) Hikmat (Amsal 4:7 & Lukas 2:52); dan (4) Mengatur waktu (Mazmur 90:12 dan Efesus 5:15-17).

Dan kiranya, lewat cover buku ini, menyuratkan sebuah pesan kepada PERMATA GBKP dimanapun kita berada, untuk tetap menjadi Rudang-Rudang Gereja dan Aron Dibata  yang mandiri, kreatif, dan berintegritas. Karenanya di zaman digital yang sangat canggih ini, sangat mudah sekali kita jatuh kepada hal-hal yang bisa menciderai hati Allah (permusuhan/intoleransi/korupsi/kolusi dll). Maka dari itu, kiranya dengan berpegangan pada Pustaka Si Badia/Alkitab dengan mengikuti PA tiap minggunya, akan mengantarkan kita kepada sebuah pemahaman tentang iman yang bertumbuh, kemudian diteguhkan, dan menjadi sarana sharing satu dengan yang lainnya, serta menghayati iman tersebut lewat tindakan-tindakan yang kita perbuat (bd. Matius 7:17-18), dan ini merupakan dasar etika kristen yang benar bagi kita sebagai orang-orang percaya yang harusnya menjadi cerminan atas apa yang kita percayai di dalam Yesus Kristus. Kiranya Tuhan tetap termulia, Soli Deo Gloria! Mejuah-juah!

ARNOLD BRAHMANA
PERMATA GBKP - RUNGGUN POKOK MANGGA
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI (STT) ABDI SABDA MEDAN

Post Terkait

One thought on “Narasi Cover Buku Bimbingan PA PERMATA Tahun 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.