Renungan Harian, 06 September 2019

Amsal 4 : 23

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
Kalau dalam ilmu kedokteran, salah satu fungsi hati adalah menghancurkan racun di dalam darah.
Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hati. Maksudnya adalah kita harus menjaga hati kita dari segala hal “sampah kehidupan” agar tetap terpancarnya kehidupan.
Apa itu sampah kehidupan ?
Dalam Kitab Galatia 5 : 19 – 21, dijelaskan bagaimana keinginan daging yang membinasakan. Dan ini adalah salah satu sampah kehidupan yang harus kita jaga agar tidak masuk ke dalam hati kita. Jangan pernah terbersit sedikit saja dari dalam hati kita untuk melakukan ini. Bila muncul, segera matikan di dalam nama Tuhan Yesus. Selanjutnya keinginan mata dan keangkuhan hidup adalah masalah yang terus saja berusaha menggerogoti hati. Karena itu, Tuhan berkata ” Jagalah hati”, karena Tuhan selalu berbicara dari hati.
Kita sering mengenal istilah “Suara Hati”. Ya, dari hati-lah terpancar kehidupan. Kehidupan yang dimaksud adalah kebenaran Firman. Tidak mungkin kebenaran Firman Tuhan tumbuh secara leluasa di dalam hati, ketika kita masih hidup dan memelihara sampah kehidupan. Karena itu, Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati.
Selanjutnya kebencian dan akar pahit sering sekali menjadi godaan terbesar bagi kita yang katanya orang-orang “zaman now”. Tapi hari ini kita diingatkan untuk menjaga hati agar kebencian tidak berhak masuk, apapun alasannya.
Semuanya itu hanya mampu terjadi dalam kehidupan kita, ketika kita konsisten dalam membaca, merenungkan dan menjadi pelaku Firman Tuhan dalam kehidupan.
Misalnya saja, ketika kebencian mulai berusaha masuk, kita bisa melawannya dengan Firman Tuhan. Kita bisa melihat contoh teladan Yesus ketika banyak orang membencinya hingga Ia disalib. Namun taukah kamu, apa yang Tuhan doakan untuk mereka ?
“Ya Bapa, ampunilah mereka..” (Lukas 23 : 34). Teladan Yesus ini mengajarkan kita untuk tidak membenci dan melepaskan pengampunan, sekalipun orang menyakiti kita. Kalau kita tahu itu dari Firman, maka kita harus menjadi pelaku Firman. Begitulah artinya, kita harus selalu bergumul dengan Firman, karena pada mulanya adalah Firman.
Semangattt PERMATA..!

Post Terkait