Pengendali Kehidupan

Renungan Harian, 16 September 2018

Pengkotbah 3:1-8

Pernahkah kita mengalami sebuah masa tersulit dalam kehidupan kita dan kita tidak dapat menerima semua yang telah terjadi sehingga kita mencoba melawan semuanya dengan pemikiran dan kekuatan kita? Kita merasa bahwa DIA sang Pencipta kehidupan itu tidak adil dalam menentukan sebuah garis takdir ciptaanNya atau sebaliknya, pernakah kita merasakan sukacita yang sungguh luarbiasa dalam kehidupan kita dan meminta kepada DIA agar tidak ada oranglain yang mematahkan sukacita itu? Jika kita pernah mengalaminya atau baru tersadar bahwa kita sering mengalaminya, satu kata yang ingin disampaikan kepada kita yaitu “Selamat datang di dunia pengendalian”.

Ritme kehidupan yang dijelaskan dalam Pengkotbah 3:1-8 merupakan sistem pengendalian Allah dalam kehidupan manusia. Allah mengizinkan segala sesuatu dapat terjadi dalam kehidupan manusia. Rasa bahagia, sedih, kemenangan, kekalahan, kesembuhan, kesakitan ini semua sudah dipikirkan matang-matang oleh Allah. Sebuah penawaran hidup yang dilakukan Allah dalam sistem pengendalianNya menghasilkan rasa aman, teratur dan berpola. Itu semua hanya semata-mata untuk kebaikan dan kebutuhan setiap manusia. Allah mengatur segalanya dengan sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan kita, DIA ingin agar hidup kita terus bergantung kepada-Nya.

Satu hal yang unik dari sistem Allah ini ialah kita tidak dapat menolaknya. Tahukah apa yang terjadi jika kita mencoba melawan dan menolak sistem yang telah terjadi? Maka sebuah kesakitan akan mengikuti kita hingga akhir hayat. Apa maksud semua ini? Apakah Allah hendak mengekang manusia? Apakah Allah tidak memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan kehidupannya?

Pengkotbah 3:11a menuliskan “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” yang berarti sesungguhnya Allah tidak pernah coba-coba atau asal-asalan dalam mengendalikan kehidupan setiap orang. Segala sesuatu yang dilakukan Allah dalam kehidupan manusia memiliki makna yang jelas walaupun sering sekali kita harus jeli seperti pencari mutiara di dasar laut, dimana kita dituntut untuk mengikuti setiap alur-Nya sehingga yang didapati bukanlah kekecewaan akan rancanganNya, melainkan mendapatkan sebuah sukacita yang sesungguhnya telah disediakanNya.

Jika kita bertanya siapakah pengemudi terbaik di dunia ini maka jawabannya hanya satu yaitu Allah. IA merupakan pengemudi yang berpengalaman, bijaksana dan dapat diandalkan. Pengemudi berarti sang pengendali kendaraan, jika kita mengizinkan Allah menjadi pengendali kehidupan kita maka bersiaplah mendapatkan perjalanan terbaik dalam kehidupan anda. Satu hal yang perlu diingat, berjalan di dalam jalur-Nya maka bersiaplah untuk dibentuk oleh-Nya.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.