Pengharapan

Renungan Harian, 28 Agustus 2018

Roma 4 : 18 - 25

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan : “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” (ay. 18)
Dalam Kitab Roma, Rasul Paulus mengajarkan tentang apa itu pengharapan, bagaimana prosesnya pengharapan, dimulainya pengharapan sampai hasil dari pengharapan. Tentu saja yang kita bahas adalah pengharapan bersama Tuhan. Kita bisa membacanya, tepatnya dalam Roma 5 : 1 – 5.
Rumusnya adalah :
Kesengsaraan – Ketekunan – Tahan uji – Pengharapan – (and God Result say “Pengharapan akan Tuhan TIDAK PERNAH mengecewakan”)
Mungkin sesaat kita akan berkata : Ahh, kalau hanya sekedar ngomong mah gampang, kalau sekedar bicara apa yang nggak bisa, semua Firman Tuhan juga memang benar, tapi praktek tidak segampang teori.
Yeps, bener banget. Praktek memang tidak semudah teori, tetapi kalau kita tidak belajarĀ  teori, bagaimana mau mempraktekkannya juga ?
Hari ini, melalui Firman Tuhan kita boleh diingatkan kembali pada kisah Abraham yang menantikan janji Tuhan. Tuhan berjanji akan memberikan keturunan yang dasyat kepada Abraham. Seseorang dengan berkat Tuhan yang melimpah dan akan menjadi sebuah bangsa yang besar dan apakah kita tahu, itu terjadi pada saat Abraham berusia sudah lanjut. Anak yang dijanjikan Tuhan baru benar-benar lahir pada saat Abraham berusia seratus tahun..wuidihh.., unik kan yaa ??
Bukan hanya itu, Tuhan juga menguji Abraham untuk mempersembahkan Ishak, the only one son yang hidup bersama dengannya, anak yang sangat dinantikan untuk menjadi korban bakaran, dan ternyata Abraham tidak melawan Tuhan.
Dan karena kesetiaan Abraham kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan itu sebagai kebenaran. Wow..! Bagaimana kalau ini terjadi juga dengan kita ya ? Bila Tuhan memperhitungkan kehidupan yang kita miliki sebagai kebenaran ?? Wow..!! Kalau katanya memperhitungkan sebagai kebenaran, berarti kita spesial yaa kan ? Mungkin rasanya seperti menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan.
Ada kalanya, memang semua yang terjadi tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan.Terkadang masalah datang bertubi-tubi, belum selesai satu, sudah datang lagi, berharap kepada seseorang yang seharusnya mengerti, namun terkadang tidak. Karena itu kita harus terus belajar bahwa pengharapan kita hanya kepada Tuhan.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.