Renungan Harian, 27 Mei 2019
Kejadian 2 : 20 - 25

“Lalu berkatalah manusia itu : “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” (Kejadian 2 : 23)

Arti kata perempuan menurut Alkitab adalah “diambil dari laki-laki”. Artinya perempuan dijadikan Tuhan dengan mengambil salah satu tulang rusuk laki-laki ketika ia tertidur, lalu dibangunNyalah seorang perempuan dan dibwaNya kepada manusia itu (Kejadian 2 : 21 – 22). Menurut hemat dari saya, penolong mengidentikkan sebuah kekuatan yang lebih. Seorang penolong mengisyaratkan seseorang yang memiliki tenaga yang lebih kuat daripada orang yang ditolongnya. Seorang penolong mengisyaratkan sebagai seseorang yang menjadi pelengkap bagi orang yang ditolongnya.

Tuhan menciptakan manusia sebagai penolong yang artinya menjadi pelengkap bagi laki-laki, yang dalam hal ini adalah Adam, namun ini juga berlaku kepada seluruh perempuan yang ada. Hal yang tak dapat dipungkiri lainnya adalah Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki yang artinya perempuan adalah bagian dari laki-laki yang hilang karena telah diambil dan untuk menyempurnakan kehidupannya, maka seorang laki-laki memerlukan perempuan untuk menolongnya.

Makna penolong dalam konteks ini merujuk pada sebuah kehidupan pernikahan yang kudus dengan perempuan sebagai penoloang di dalamnya. Tuhan melalui FirmanNya kemudian mengatakan bahwa “Sebab tu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”.  Artinya, ketika seorang perempuan dan laki-laki telah menikah, itu berarti mereka telah menjadi satu daging. Seorang laki-laki yang sudah menikah, berarti telah menemukan tulang rusuknya yang hilang, dan kembali menjadi satu daging yang utuh.

Dengan alasan ini jugalah, Tuhan sangat mencintai sebuah pernikahan kudus.

Perempuan, hari ini kita diingatkan untuk semakin belajar bahwa kita adalah penolong yang sepadan yang diciptakan Tuhan untuk laki-laki, karena itu sebagai perempuan yang berkenan kepada Tuhan, sudah seharusnya kita tetap kuat, hidup seturut dengan Firman Tuhan. Menjadi perempuan yang tetap menjaga kekudusan, memiliki sikap yang semakin dewasa kian hari sehingga kita juga dapat menjadi penolong yang sepadan bagi laki-laki kelak dalam sebuah hubungan pernikahan, karena itulah yang diinginkan Tuhan bagi setiap perempuan.

Post Terkait