Renungan Harian, 19 Maret 2019
Mazmur 119 : 147 – 148

Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada Firman-Mu. Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janjiMu.

Sebelum memulai hari, sudah seharusnya kita memulai untuk menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran (Yohanes 4 : 24). Kitab pemazmur mengatakan pada waktu pagi aku bangun dan berteriak minta tolong dan merenungkan setiap janji Tuhan. Pagi mengidentifikasikan sebagai permulaan hari sebelum segala sesuatu, karena itu setiap anak Tuhan sudah seharusnya memulainya dengan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Dalam bersaat teduh, kita dapat mereflesikan kembali tentang hubungan kita dengan Tuhan dalam setiap perjalanan kehidupan kita. Menyembah kepada Tuhan dalam nyanyian, merenungkan Firman Tuhan dalam surat cintaNya yang tertuang dalam Alkitab, walau tidak hanya pagi tetapi dalam setiap waktu dan juga bertanya dan bercerita sebanyak mungkin kepada Tuhan dalam doa, ucapan syukur dan permohonan. Memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan sangatlah penting. Setiap Firman yang kita terima dari Tuhan, itulah yang akan selalu menjadi kekuatan kita.

Pagi dapat berarti awal, sebelum memulai hari dengan segala aktivitas. Dengan bersaat teduh di pagi hari, kita terlebih dahulu mengedepankan Tuhan dalam kehidupan kita

PERMATA, yuuk kita mulai mendisiplinkan diri kita dalam bersaat teduh. Sediakan minimal satu jam waktu kita sebelum memulai hari dengan bersaat teduh kepada Tuhan, sehingga kita terbiasa untuk berharap kepada Firman Tuhan dan ada kekuatan untuk menjalani setiap harinya.

Post Terkait