Renungan Harian, 09 Februari 2019
Pentingnya Satu Orang Yang Mau Melakukan Yang Benar

(Ester 4:7-14; 5:1-8)

Tuhan merencanakan pertolongan melalui Ester untuk menolong orang-orang Yahudi yang ingin dibinasakan oleh Haman, oleh sebab mereka tidak mau menyembah Haman. Orang-orang Yahudi tetap melakukan penyembahannya hanya kepada Tuhan, inilah yang menyebabkan Haman, wakil raja Ahasyweros menjadi marah dan ingin memusnahkan mereka.

Satu orang wanita cantik, yang dijadikan raja Ahasyweros menjadi Ratu menggantikan Wasti, dialah yang akhirnya menolong bangsa Yahudi dari penindasan dan pembinasaan yang direncanakan Haman. Dengan keberanian, Ester menghadap raja Ahasyweros dan mengundang Raja dan juga Haman untuk menghadiri perjamuan yang diadakannya. Sebab biasanya yang hanya bisa menghadap Raja adalah apabila Raja memanggil, dengan mengulurkan tongkat emas yang ada di tangannya. Dan jika ada orang yang berani menghadap Raja tanpa Raja panggil, maka dia bisa dihukum mati. Tetapi Tuhan menolong dan memampukan Ester untuk berani menghadap Raja, sehinga raja berkenan atas Ester.

Maka di dalam suatu perjamuan yang dibuat Ester, Raja bertanya apakah yang diminta Ester kepadanya. Dengan berani Ester mengajukan permohonan agar kiranya bangsa Yahudi jangan dibinasakan. Raja marah dan bertanya siapa yang merencanakan untuk membinasakan bangsa Yahudi. Ester menjawab, bahwa Hamanlah yang sudah berlaku jahat dan hendak membinasakan orang Yahudi. Akhirnya Haman dihukum mati oleh Raja karena perbuatannya yang mendahului dan sesuka hatinya itu. Sebab Raja sangat menghormati dan berhutang kepada Mordekhai (orang Yahudi) yang dahulu pernah menolongnya dengan memberitahukan kepadanya melalui Ester, bahwa ada komplotan dalam kerajaan yang melawan Raja dan ingin membunuh Raja.

Berani melakukan yang benar adalah perbuatan yang sangat terpuji. Tidak jarang masih banyak orang yang tidak berani melakukan yang benar walaupun dia mengetahui bahwa itu adalah suatu kebenaran, sebab dia berfikir akibat apa yang akan dihadapinya apabila dia berkata jujur. Ester adalah seorang wanita Yahudi yang dijadikan raja Ahasyweros menjadi Ratu di kerajaannya (Media-Persia), dan dia berani melakukan yang benar, dan berkata yang benar walaupun apa yang dilakukannya itu bisa membuat dia dihukum mati. Ester akhirnya berhasil menolong bangsanya dari rencana pembinasaan yang direncanakan Haman. Keberanian Ester bukanlah semata-mata dari dirinya sendiri, tetapi juga berkat persatuan yang ada antara Mordekhai dan bangsa Yahudi, dimana mereka mau berpuasa selama tiga hari untuk keselamatan Ester. Maka dapat kita katakan bahwa, hanya berkat pertolongan Tuhanlah yang memampukan Ester dan memberikan keberanian kepada Ester untuk melakukan yang benar dan akhirnya bangsanya (bangsa Yahudi) dapat diselamatkan. Ester berani menyatakan dan melakukan yang benar. Bagaimana dengan PERMATA GBKP ?

Sumber : Pdt. Mira Mutianta Sinulingga, S. Th

Post Terkait