PERMATAGBKP.org, PKMD – Tuhan Yesus adalah alasan utama kita merayakan Natal…

Sabtu, 01 Desember 2018, bertempat di Wisma Deli Persada, Deli Tua, Perayaan Natal PERMATA Klasis Medan Deli Tua dilaksanakan. Dimulai dengan Doa Pembuka dan Votum dan Salam oleh Pdt.Ita Sriverina br Tarigan, M.Th merupakan tanda bahwa acara akan segera dimulai. Dilanjutkan dengan berbagai nyanyian dan penampilan koor dari PERMATA Runggun Kuta.

Kemudian “Drama Siluet” menjadi penampilan yang menarik. Drama tanpa dialog percakapan diantara para pemainnya ini menampilkan kisah tentang pada awal mula kejadian penciptaan hingga manusia jatuh ke dalam dosa. Mengandalkan remangnya cahaya lampu, bayangan yang ditutupi kain putih dan alunan lagu klasik mampu menarik penontonnya untuk masuk ke dalam kisahnya dengan tujuan agar kita mampu merefleksikan kembali tentang dosa manusia dan tujuan Kelahiran Tuhan Yesus.

Selain itu, kreativitas PERMATA Klasis Medan Deli Tua ini dilanjutkan dengan “Liturgi Sifat” yang didalamnya menampilkan berbagai sifat yang secara umum berkembang di dalam pergaulan PERMATA masa kini. Ada angkuh, egois, pendendam, membenci, gosip dan lain sebagainya hingga pada akhirnya ditutup dengan sikap rendah hati yang melayani. Disadari atau tidak, beberapa sikap ini memang sedang berkembang dan kembali, liturgi ini juga membawa penontonnya untuk mampu merefleksikan bagaimana sikap yang seharusnya ada di dalam diri setiap PERMATA dalam melayani Tuhan.

Memasuki renungan Firman Tuhan, khotbah yang dibawakan oleh Ketua Moderamen GBKP, Pdt.Agustinus Purba, dengan thema : Berlarilah dalam penantianmu kembali mengajak PERMATA untuk melihat memaknai NATAL dengan menghasilkan buah dalam kehidupan.

Dalam melayani, kita seharusnya dapat memperkecil tantangan internal dan mengumpulkan tenaga bersama Tuhan untuk menghadapi banyaknya tantangan dari luar. Banyak sekali anak Tuhan pada zaman sekarang, akhirnya menyerah dengan Tuhan dan berpaling karena berbagai alasan. Melihat keadaan ini, kita sebagai pelayan seharusnya mampu menjadi jawaban bagi dunia.

Gereja membutuhkan hal-hal yang prinsip bukan praktis. Pemahaman kita akan cinta kasih Kristus harus kuat dan dibangun dalam setiap perayaan-perayan Gerejawi, seperti NATAL kali ini. Prinsip bahwa mengikut Kristus adalah keputusan.

Di dalam pergumulan kehidupan sehari-hari, kita akan menghadapi banyak tantangan, namun bila kita kuat di dalam Tuhan, tantangan sebesar apapun tidak akan pernah mempengaruhi iman kita kepada Kristus.

Dikisahkan dalam Kitab Yesaya yang merupakan nats kita kali, bangsa Israel pada zaman Nebukadnezar mengalami tantangan yang sangat keras. Mereka menantikan sesuatu, kemudian nabi Yesaya terpanggil untuk melayani. Ia mengatakan “Ini aku utuslah aku”. Pada waktu itu, usia Yesaya berkisar 20 tahun. Dialah yang bernubuat akan lahirnya Yesus Kristus yang memberi kekuatan kepada bangsa yang hidup dalam penantian.

Dari kisah Yesaya, kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap orang percaya harus siap untuk DIUTUS. Begitu banyak orang yang menantikan sentuhan kasih sayang. Bersediakah kita dipanggil seperti Yesaya ? Memberi semangat baru kepada banyak orang.

Masa-masa di PERMATA  juga adalah masa penantian, karena itu, dalam thema kali ini “bangkit dan berlarilah dalam penantianmu” pasti-lah membutuhkan energi, semangat dan gairah dalam Tuhan ketika melakukannya.

Belajar lebih peka untuk orang sekeliling, memiliki ketenangan dan siap menghadapi tantangan di depan. Dunia semakin jahat, karena itu anak Tuhan harus semakin kuat di dalam Kristus.

Pada akhir renungannya, Bapak Pendeta ini mengajak kita sebagai PERMATA untuk berfokus pada sebuah yang terpenting yaitu PERMATA sudah saatnya untuk ber-aksi. Bangkit dan hiduplah kuat di dalam Tuhan. “PERMATA GBKP harus bisa menjadi aron Dibata maba pasu-pasu man doni enda”. Bangkitlah seperti Rajawali yang terbang. PERMATA harus menjadi jawaban bagi dunia, karena kita sudah menerima Kristus yang adalah jawaban bagi hidup kita.

Pada acara varia Natal, acara yang dipandu oleh MC yang begitu bersahabat, Wandi Syahputra Ginting dan Pinta br Ginting, mampu menjadikan suasana yang sudah larut malam ini tetap menjadi acara yang menarik dan begitu bersukacita. Acara kemudian menampilkan beberapa kata sambutan dan penampilan lagu rohani oleh “Rapper” yang juga adalah PERMATA GBKP.

Penyerahan hadiah kepada beberapa pemenang lomba juga menjadi hal yang menarik dalam acara ini, karena sebelum puncak acara NATAL ini dilaksanakan, ternyata panitia menyuguhkan beberapa perlombaan untuk diikuti oleh PERMATA. Adapun perlombaan yang diadakan diantaranya adalah perlombaan Vokal Solo yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun Jadi Meriah dan dua orang PERMATA Runggun KM.4 sebagai juara dua dan tiga. Perlombaan Vokal Group yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun KM.7 dan Runggun Deli Tua. Perlombaan Video Kreatif yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun Polonia. Perlombaan adu perkolong-kolong yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun Deli Tua dan PERMATA Runggun KM.7. Perlombaan Erbulang/Ertudung yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun KM.7 dan PERMATA Runggun Deli Tua dan perlombaan nutung cimpah matah  yang dimenangkan oleh PERMATA Runggun Deli Tua dan PERMATA Runggun KM.4. Dan diakhir, acara ditutup dengan adu perkolong kolong dan Doa Penutup.

Acara yang berakhir sekitar pukul 23.30 wib ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Dan tentu saja pesan Natal kali ini harus mampu menjadi rhema dalam kehidupan PERMATA, bahwa Yesus harus selalu menjadi alasan setiap pelayanan yang kita lakukan. (WB)

Post Terkait