Renungan Harian, 10 Januari 2019
2 Korintus 5 : 7, 14 - 17

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan dibangkitkan untuk mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Terbukti, bahwa Yesus Kristus tidak bisa dinilai secara pemikiran manusia, karena kekuatan akal pikir manusia  terlalu kecil untuk mengerti Tuhan yang begitu besar. Menyembuhkan orang sakit hanya dengan mencelik mata orang yang sakit, ketika menyentuh jubahNya saja, seorang wanita yang pendarahan dua belas tahun menjadi sembuh, menghidupkan orang mati, menenangkan angin ribut, mengusir setan, memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, berhikmat, mati bahkan bangkit pada hari yang ketiga. Wow..!! Hanya Tuhan Yesus, satu-satunya Tuhan yang mampu melakukan ini dan tentu saja bila kita hidup di dalamNya, tidak ada yang mustahil bagi kita. Jadi bagaimana kita mampu mengerti kalau kita hanya mengandalkan logika.

Tidak mungkin teman.

Karena itu Yesus Kristus harus kita mengerti dengan iman dan dalam Ibrani 11 : 1 mengatakan Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang TIDAK KITA LIHAT dan iman akan bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus (Kolose 2 : 7 ; Kolose 1 : 10)

Manusia dunia percaya karena melihat, namun percaya dengan iman, percaya walau tidak melihat.

PERMATA, percayakalah seluruh kehidupanmu bersama Tuhan. Walau kita belum melihat apapun, tetaplah percaya dengan iman, bahwa segalanya akan tepat di waktuNya Tuhan. Kerjakan saja bagian yang Tuhan ijinkan untuk kita lakukan dan selebihnya berjalanlah dengan iman dan tetaplah setia.

Post Terkait