Baca:  Matius 26:36-46

Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”  Matius 26:38

Hidup dalam ketaatan adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya, yang sudah seharusnya mengikuti teladan Kristus yang taat dalam menggenapi rencana Bapa dalam seluruh hidup-Nya di bumi, bahkan taat sampai mati  (Filipi 2:8).  Kristus selalu berusaha untuk menyenangkan hati Bapa dalam segala perkara.  “…Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”  (Yohanes 8:28-29).

Ketaatan Kristus tiada henti-hentinya tanpa disertai kegagalan, kekecewaan dan penyesalan.  Beban berat yang teramat dahsyat yang hanya Kristus tanggung tersirat dari permohonan doa-Nya kepada Bapa,  “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”  (Matius 26:39).  Pergumulan ini sangat menyakitkan dan hampir tak teratasi rasanya, namun Kristus menyerah sepenuh nya kepada kehendak Bapa, dengan mengakhiri doa-Nya dengan perkataan,  “…tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”  (ayat nas).  Tak ada teladan lain yang lebih baik dan lebih sempurna daripada Kristus yang telah membayar harga yang teramat mahal dalam ketaatan-Nya kepada Bapa, yaitu rela mati mengorbankan nyawa-Nya demi mengerjakan misi dari Bapa, yaitu  “…datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”  (Matius 20:28).  Andai Kristus menyerah kalah pada pergumulan yang dihadapi, tak akan pernah ada penebusan dosa, juga tak ada keselamatan kekal.

Dalam pergumulan menjalankan ketaatan-Nya Kristus juga mengalami rasa sakit yang mendalam, tapi Ia tampil sebagai pemenang, pergumulan hebat berhasil dilalui-Nya;  dan satu hal lagi:  Kristus tak perah berbuat dosa.  Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”  (Ibrani 4:15b).  Karena itu Kristus juga turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.

Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”  Ibrani 2:18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.